Memasuki tahun 2024, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Ngawi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Input Aplikasi Romantik-2024 dan Metadata Statistik Sektoral.
Dalam acara ini melibatkan Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi sebagai narasumber sekaligus pembina dastik sektoral.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari di Kabupaten Ngawi diikuti oleh 27 orang perwakilan dari perangkat daerah (PD).
Tujuan utama Bimtek ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan operator Satu Data dalam mengelola informasi kegiatan statistik sektoral, serta memperkuat sinergi antara Diskominfo dan BPS dalam mewujudkan Satu Data Indonesia.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Statistik, Inti Kurniawati, S Si.,M AP mewakili Kepala Dinas Kominfo, didampingi oleh Kepala BPS Kabupaten Ngawi Bagas Susilo, S.ST.,M.Si. dan Lilik Hariyanti, S.ST, M.Stat serta Arif Wibowo,S.ST, dan Silma Hidayadien, S.ST sebagai narasumber dengan dihadiri peserta sebanyak 27 orang dari perwakilan PD.
Pentingnya Pengisian Data yang Akurat dan Konsisten
Pada saat pembukaan, Inti sapaan akrab Kabid Statistik menyampaikan bahwa hasil evaluasi dari kegiatan tersebut ditemukan masih ada di beberapa perangkat daerah ditemukan inkonsistensi dalam pengisian data di romantik dan MS Keg., Oleh sebab itu, Kominfo bersama dengan BPS berupaya menyempurnakan melalui bimtek yang dilaksanakan tersebut.
“Sebagai wali data, Diskominfo telah mengirimkan surat pada setiap OPD untuk menunjuk beberapa orang sebagai operator data yang bertindak sebagai pendukung produsen data. Para operator akan bertugas sebagai produsen data yang harus menyediakan, mencari dan menyampaikan data dari tiap kegiatan statistik di unit kerjanya masing-masing ke Kominfo melalui aplikasi romantik, dengan catatan data dan informasi tersebut benar dan akurat,” ucap Inti.
Kerjasama dengan BPS untuk Meningkatkan Kualitas Data
Kepala BPS Kabupaten Ngawi, Bagas Susilo, S.ST.,M.Si, menyambut baik kerjasama dengan Diskominfo dalam meningkatkan kualitas data statistik di Kabupaten Ngawi.
“Kerjasama dengan BPS yang telah berjalan dan dibina cukup baik ditambah dengan upaya peningkatan kapasitas SDM dilakukan demi mewujudkan Satu Data Indonesia,” tambah Kepala BPS, Bagas Susilo, S.ST.,M.Si dalam sesi sambutannya.
Kemudian selaku Kepala BPS menjelaskan bahwa dalam dukungan konten di DDA-2024, selama ini masih ditemukan data yang disediakan PD masih sering berubah-ubah, terkadang data yang diberikan berbeda dengan yang ada di OPD.
“Kami berharap agar kedepan data sektoral yang disajikan konsisten karena hal tersebut merupakan bukti kualitas dastik yang dihasilkan oleh PD terkait,” imbuh Bagas.
Pada kesempatan Bimtek kali ini narasumber menjelaskan kepada peserta tata cara pengisian aplikasi romantik yang dapat diakses melalui laman https://romantik.bps.go.id.
Bimtek Fokus pada Pengisian Aplikasi Romantik dan Metadata
Pada Bimtek ini, narasumber dari BPS menjelaskan tata cara pengisian aplikasi Romantik, sebuah platform berbasis web untuk memberitahukan rancangan kegiatan statistik sektoral ke BPS dan mendapatkan rekomendasi.
Selain itu, peserta juga dibekali materi tentang pengisian Metadata Statistik Sektoral, termasuk MS Keg, MS Indikator, dan MS Variabel.
[irp]
“Aplikasi ini berbasis web yang dibangun oleh BPS guna menyediakan fasilitas layanan bagi instansi pemerintah yang akan memberitahukan rancangan kegiatan statistik sektoralnya ke BPS serta untuk mendapatkan rekomendasi dari BPS,” ucap Arif, narasumber dari BPS.

Lebih lanjut kegiatan peserta kemudian dipandu oleh Arif dan Silma, narasumber dari BPS Kabuapaten Ngawi yang menjelaskan dan sekaligus mengevaluasi isian romantik tahun 2024, MS Keg 2023 dan dilanjutkan dengan pengisian MS Indikator dan MS Variabel. Keseluruhan materi ini dimulai dari kegiatan sektoral di masing-masing unit kerja dan dilakukan dengan model desk tiap operator PD peserta bimtek.
Dalam mengisi formulir metadata statistik sektoral, operator sata harus memahami metode yang telah ditentukan. Penyelenggaraan kegiatan statistik harus menerapkan proses bisnis yang sesuai dengan kerangka baku seperti konsep, definisi dan variabel serta terminologi proses statistik yang telah ditetapkan di tiap tahapan penyelenggaraan SDI.
Peserta Diminta Berkoordinasi Jika Ada Kendala
Koordinator kegiatan, Noor Soemadijo, menyampaikan bahwa peserta yang masih mengalami kesulitan dalam pengisian data dapat langsung berkoordinasi dengan BPS atau Diskominfo.
“Kami berharap Bimtek ini dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan operator Satu Data dalam mengelola data statistik sektoral, sehingga data yang dihasilkan semakin berkualitas dan bermanfaat bagi pembangunan di Kabupaten Ngawi,” tutup Noor. (ted)

