Gresik (beritajatim.com) – Dalam rangka mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran kontekstual dan pendidikan karakter, sebanyak 88 siswa beserta 8 guru pendamping dari SMP NU 2 Gresik menggelar kegiatan bertajuk “A Journey to Learn” pada Kamis (16/7/2026).
Menariknya, para siswa kelas VII ini menempuh perjalanan dari sekolah mereka di Jl Raden Santri V No 22, Bedilan, menuju Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Gresik di Jl MH Thamrin dengan cara berjalan kaki bersama-sama.
Pemilihan metode jalan kaki ini bukan tanpa alasan. Selain menyehatkan, aktivitas fisik di area perkotaan ini ditujukan untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, dan memupuk rasa kebersamaan antar siswa sebelum mereka menerima materi di luar kelas.

Setibanya di Kantor MWC NU, rombongan pelajar ini disambut hangat oleh perwakilan generasi muda, yakni rekan dan rekanita dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Gresik.
Dalam sesi materi dan seremonial, Ketua Tanfidzhiyah MWC NU Gresik, Ustadz M. Zainuri, M.Pd., berkesempatan memberikan pembekalan langsung terkait penanaman nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).
Ia menekankan bahwa pelajar masa kini harus memiliki karakter yang moderat, toleran, dan berbudi pekerti luhur di tengah arus informasi digital yang begitu cepat.
“Pendidikan karakter berbasis Aswaja adalah bekal utama bagi pelajar. Nilai-nilai toleransi dan keseimbangan yang diajarkan oleh ulama kita harus bisa kalian terapkan dalam pergaulan sehari-hari, baik di sekolah maupun di masyarakat,” pesan Ustadz M. Zainuri, M.Pd. di hadapan puluhan siswa.
Turut hadir memberikan motivasi dan sambutan, Wakil Ketua MWC NU Gresik, Ustadz H. Najmul Ilmi bersama H. Akhmad Khamdani. Keduanya mengajak para siswa untuk terus semangat menuntut ilmu dan aktif berorganisasi sebagai bekal kepemimpinan di masa depan.
Sementara itu, Choiruddin, M.Pd., salah satu guru pendamping sekaligus inisiator kegiatan mengungkapkan bahwa program “A Journey to Learn” adalah bentuk nyata respons sekolah terhadap Kurikulum Merdeka.
“Melalui Kurikulum Merdeka, kami didorong untuk membawa anak-anak keluar dari rutinitas ruang kelas. Kantor MWC NU ini menjadi ruang belajar yang ideal bagi siswa kami untuk mendapatkan penguatan karakter, memahami identitas keislaman yang toleran, serta melihat langsung bagaimana roda organisasi berjalan,” jelas Choiruddin.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi para siswa SMP NU 2 Gresik, tetapi juga memperkuat fondasi moral dan spiritual mereka sebagai generasi penerus bangsa.
Choiruddin
Guru SMP NU 2 Gresik

