Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

Helena Claresta Wellyan17 Juli 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Poster Aksi Kamisan-916, Surabaya (16/7/2026) Eugenia Hapsari

Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah peserta aksi mengenakan pakaian serba hitam saat mengikuti Aksi Kamisan ke-916 di Taman Apsari, Surabaya, Kamis (16/7/2026).

Menjelang Hari Keadilan Internasional yang diperingati setiap 17 Juli, aksi tersebut mengangkat tema “Pusaran Impunitas Menenggelamkan Keadilan di Tanah Papua” sebagai seruan agar penyelesaian dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua mendapat perhatian serius.

Dalam aksi tersebut, peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi mengenai berbagai persoalan HAM yang dinilai belum terselesaikan di Indonesia, khususnya di Papua.

Panitia juga memberikan kesempatan kepada peserta aksi yang hadir untuk menyampaikan pandangan, kritik, maupun gagasan terkait penegakan HAM. Mereka membawa payung hitam dan poster bertuliskan pesan-pesan mengenai keadilan, penolakan terhadap impunitas, serta tuntutan penuntasan kasus pelanggaran HAM.

Iqsan Aditya, yang kerap mengikuti Aksi Kamisan di Surabaya, mengatakan tema “Pusaran Impunitas Menenggelamkan Keadilan di Tanah Papua” dipilih karena berbagai dugaan pelanggaran HAM di Papua dinilai hingga kini belum memperoleh penyelesaian hukum yang memadai.

“Impunitas itu ada infrastrukturnya. Banyak elemen yang membuat impunitas terus ada. Kita melihatnya sebagai bentuk kekebalan terhadap hukum yang dilakukan oleh pemerintah ataupun aparat di lapangan. Sampai hari ini kita belum melihat satu orang pun diproses dalam kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Papua,” ujarnya.

Aksi Kamisan-916, Surabaya (16/7/2026) Eugenia Hapsari

Menurut Iqsan, sejumlah peristiwa seperti kasus Biak dan pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani masih menjadi perhatian Aksi Kamisan. Ia menilai keluarga korban hingga kini masih menantikan kejelasan penyelesaian hukum. Pernyataan tersebut merupakan pandangan yang disampaikan Aksi Kamisan dalam menyuarakan tuntutan mereka.

Selain menyampaikan orasi, peserta aksi juga membuka ruang diskusi bersama setelah aksi simbolik berakhir sekitar pukul 17.02 WIB. Dalam forum tersebut, peserta aksi saling bertukar pandangan mengenai penyelesaian kasus-kasus HAM di Papua, kebebasan berekspresi, hingga tantangan penyampaian informasi mengenai isu Papua di ruang digital.

Salah seorang peserta aksi, Afi, mengaku baru pertama kali mengikuti Aksi Kamisan. Ia mengatakan ketertarikannya hadir dipengaruhi oleh tema yang diangkat pada pekan ini.

“Tema Papua menjadi alasan saya datang. Menurut saya masyarakat Papua juga bagian dari warga Indonesia, sehingga suara-suara mereka harus terus disuarakan,” katanya.

Afi berharap pemerintah lebih terbuka mendengarkan aspirasi masyarakat mengenai penyelesaian berbagai dugaan pelanggaran HAM. Ia menilai ruang dialog menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan keadilan bagi para korban.

Meski jumlah peserta aksi tidak terlalu banyak, Aksi Kamisan ke-916 berlangsung hingga menjelang petang. Menjelang petang, orasi berganti menjadi diskusi terbuka. Sejumlah peserta aksi tampak duduk melingkar sambil membaca buku dan bertukar pandangan mengenai isu HAM di Papua. Sebagian lainnya berkenalan dengan peserta aksi yang baru pertama kali mengikuti Aksi Kamisan, menutup aksi sore itu dengan ruang dialog yang tetap terbuka meski diikuti tidak banyak orang. (*/mg)

Aksi Kamisan Papua
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026

Surabaya Punya Spot Baca Estetik, Gen Z Kini Lebih Betah Membaca daripada Scroll Medsos

14 Juli 2026

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026

Menavigasi Arus Digital: Bagaimana Teknologi Media Merombak Jiwa Sosial Kita

30 Juni 2026

Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

19 Juni 2026

Di Atas Polemik, Reog Harus Tetap Menjadi Pemenang

18 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026

Surabaya Punya Spot Baca Estetik, Gen Z Kini Lebih Betah Membaca daripada Scroll Medsos

14 Juli 2026

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.