Foto: Dok. Pribadi – Dosen Prodi Manajemen UPNVJT bersama Mahasiswa PMM 3 Inbound UPNVJT dalam kegiatan kontribusi sosial penanaman mangrove
Ekosistem mangrove telah lama diakui sebagai salah satu ekosistem pesisir yang paling penting dan berharga di dunia. Mangrove tidak hanya menawarkan keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga menyimpan kekayaan biologis yang luar biasa dan memberikan manfaat ekonomi yang substansial bagi masyarakat lokal serta kontribusi signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan. Terletak di wilayah perbatasan antara daratan dan laut, ekosistem mangrove menawarkan peluang unik bagi kehidupan laut dan darat. Kekayaan alaminya mencakup berbagai spesies tumbuhan dan hewan yang telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang keras dan berubah-ubah.
Peran mangrove dalam keberlanjutan ekonomi tak dapat diremehkan. Sebagai ekosistem yang beragam, mangrove menyediakan habitat yang penting bagi berbagai spesies ikan, udang, dan moluska. Hal ini menjadikan mangrove menjadi sumber daya penting bagi industri perikanan, memastikan pendapatan dan mata pencaharian bagi banyak komunitas pesisir di seluruh dunia. Di samping itu, mangrove juga berperan sebagai tujuan wisata alam yang menarik wisatawan dari berbagai belahan dunia, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap pendapatan ekonomi lokal.
Namun, keberadaan mangrove bukan hanya memberikan manfaat ekonomi semata, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan. Mangrove berperan sebagai penyangga alami yang membantu melindungi pantai dari abrasi dan dampak badai, sehingga membantu mencegah kerusakan ekosistem pesisir dan pemukiman manusia yang berdekatan. Selain itu, akar mangrove yang kuat juga membantu menyaring limbah dan polutan dari air, meningkatkan kualitas air laut dan melindungi keanekaragaman hayati laut.
Sebagai salah satu sumber daya alam yang paling berharga, penting untuk memahami betapa pentingnya perlindungan dan pengelolaan mangrove secara berkelanjutan. Perubahan iklim dan aktivitas manusia telah mengancam keberlanjutan ekosistem mangrove, dengan laju kerusakan dan hilangnya habitat yang meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, upaya pelestarian mangrove dan pemanfaatannya yang berkelanjutan menjadi sangat penting dalam konteks pelestarian ekosistem pesisir yang rapuh.
Mangrove menghadapi sejumlah tantangan serius dalam menjaga keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Salah satunya adalah degradasi habitat akibat aktivitas manusia seperti deforestasi, konversi lahan, dan pencemaran. Perambahan hutan mangrove untuk pembangunan infrastruktur dan pertanian menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup ekosistem ini. Selain itu, perubahan iklim juga meningkatkan risiko bagi mangrove, dengan meningkatnya suhu global dan kenaikan permukaan air laut yang mengancam keberadaan mereka.
Meskipun dihadapkan pada tantangan yang serius, terdapat peluang besar untuk meningkatkan perlindungan dan pengelolaan mangrove guna mencapai keberlanjutan ekonomi dan lingkungan yang lebih baik. Salah satunya adalah melalui adopsi pendekatan berbasis ekosistem dalam pengelolaan mangrove. Dengan pendekatan ini, mangrove dapat dijadikan sebagai bagian integral dari rencana tata ruang wilayah yang berkelanjutan, memperhitungkan kepentingan ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Pentingnya kerja sama lintas sektor dan peran masyarakat menjadi krusial dalam menjaga dan memanfaatkan mangrove secara berkelanjutan. Kerja sama lintas sektor antara pemerintah, LSM, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat lokal diperlukan untuk mengatasi tantangan yang kompleks terkait dengan pengelolaan mangrove. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat lokal dalam kegiatan pelestarian dan rehabilitasi mangrove juga sangat penting. Masyarakat dapat terlibat dalam program penanaman mangrove, pemantauan kelestarian ekosistem, dan pengembangan usaha berkelanjutan yang melibatkan mangrove sebagai sumber daya.

Pelestarian mangrove tidak hanya penting untuk kesejahteraan lokal, tetapi juga memiliki dampak yang luas terhadap beberapa tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk mitigasi perubahan iklim (SDG 13), konservasi biodiversitas (SDG 15), dan ketahanan pangan global (SDG 2). Artinya menjaga ekosistem mangrove yang sehat, kita dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, menghasilkan oksigen, dan menyimpan karbon di dalam tanah dan vegetasi mangrove, yang semuanya merupakan langkah penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim (SDG 13). Selain itu, mangrove juga berperan sebagai rumah bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan, termasuk banyak spesies yang terancam punah. Dengan melindungi mangrove, kita secara tidak langsung juga melindungi keanekaragaman hayati dan mempromosikan konservasi biodiversitas (SDG 15). Hal ini penting karena keberagaman hayati adalah aspek penting dari ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
Selanjutnya, mangrove juga berkontribusi pada ketahanan pangan global (SDG 2) dengan menyediakan sumber daya pangan dan pendapatan bagi masyarakat lokal yang tinggal di sekitarnya. Dengan memperkuat perlindungan dan pengelolaan mangrove, kita dapat memastikan kelangsungan sumber daya pangan laut dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal dan global. Dengan demikian, menjaga keberlanjutan ekonomi dan lingkungan mangrove bukan hanya tentang melindungi satu ekosistem, tetapi juga tentang mencapai sejumlah tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang lebih luas.
Terakhir, dalam rangka mendukung tercapainya sustainable development goals (sdgs) penting adanya kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan mangrove secara berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, LSM, sektor swasta, dan masyarakat lokal, kita dapat menciptakan langkah-langkah konkret untuk menjaga mangrove sebagai sumber daya yang berkelanjutan.
*) Dewi Deniaty Sholihah, SE, MM
Dosen Prodi Manajemen UPN Veteran Jawa Timur

