Sidoarjo – Abon, hidangan kaya protein yang berasal dari Tiongkok, kini hadir dengan sentuhan khas dari Desa Balonggabus, Sidoarjo Jawa Timur
Desa Balonggabus, meskipun tergolong kecil di Kecamatan Candi, Sidoarjo, memiliki budidaya lele yang cukup besar. Panen lele yang mencapai 2 kwintal per panen tak hanya dinikmati warga Sidoarjo, tapi juga menembus pasar luar daerah.
Bapak Sunardi, selaku ketua RW 04 dan juga penanggungjawab budidaya lele mengatakan bahwa saat sekali panen bisa memanen hingga 2 kwintal dan pembeli bukan hanya dari Sidoarjo tetapi juga dari wilayah luar Sidoarjo.
Kelompok mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang sedang melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Balonggabus yang beranggotakan Bryan Nifenty, Lutfika Arifa, dan Aldi Priyo, berinovasi melalui daging ikan lele dapat mereka sulap menjadi abon yang memiliki rasa dan ciri khas tersendiri yang cocok dikonsumsi sebagai lauk pendamping makan.
Melalui program kerja inovasi abon lele tersebut yang telah dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2024, diharapkan dapat meningkatkan potensi dan nilai tambah sumber daya pangan yang ada di Desa Balonggabus dan meningkatkan minat usaha kepemudaan di Desa Balonggabus, Candi, Sidoarjo.
Mahasiswa-mahasiswi tersebut bekerjasama dengan kelompok masyarakat dan pemuda desa setempat untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan inovasi pengembangan olahan ikan lele menjadi abon lele.
Selain itu, abon lele mempunyai daya tarik rasa yang tak kalah lezatnya dengan abon sapi maupun abon ayam.
Untuk membuat abon lele, cukup menggunakan bagian dagingnya saja, sementara bagian kepala dan tulangnya dipisahkan. Dalam proses pembuatan abon lele hingga kering membutuhkan waktu setidaknya 3 – 5 jam penggorengan, yang mana dengan lama pengolahan tersebut membuat abon lele lebih terasa gurih rempahnya, serta dapat menjadikan umur simpan lebih tahan lama.
[irp]
Dika, salah satu tim pemuda bidang usaha divisi ekonomi Desa Balonggabus mengatakan bahwa turut mendukung inovasi olahan abon dari ikan lele, apalagi hal ini kegiatan positif, bisa menjadi kegiatan sampingan bagi lansia yang pensiun dan juga membuka usaha baru untuk masyarakat pelaku UMKM di Desa Balonggabus.
“Yang artinya ide usaha tersebut disambut baik oleh masyarakat setempat” kata Dika.
Tidak hanya itu, Dika juga menyampaikan bahwa ingin meneruskan ide usaha abon lele, ia mengharapkan olahan ikan lele dapat lebih bervariasi lagi kedepannya.


1 Komentar
Abon lele semakin meramaikan varian abon yang ada di pasaran. Sukses untuk abon lele