Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Tim PKM-PM UNNES Tingkatkan Self-Acceptance Remaja PGOT Mardi Utomo dengan Metode ABCD

Tim PKM-PM UNNES Tingkatkan Self-Acceptance Remaja PGOT Mardi Utomo dengan Metode ABCD

Agathon Agnar10 Juli 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Semarang (beritajatim.com) – Tim Baris Asa membagikan cerita dan pengalamannya selama melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. “Ini menjadi salah satu pengalaman luar biasa yang kami rasakan, kami belajar banyak melalui pengabdian kepada masyarakat di PPS PGOT Mardi Utomo Semarang” Ungkap Ayu Ratri sebagai ketua Tim Baris Asa.

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Baris Asa dilaksanakan di PPS PGOT Mardi Utomo Semarang yang berjalan secara rutin selama satu bulan. Dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat, Tim PKM-PM Baris Asa yang diketuai oleh Ayu Ratri Prihandini dan beranggotakan Sandya Sarira Ayu, Nur Fitriana Almaira, Shelma Rania, dan Meidita Ananda, dimana kelimanya merupakan mahasiswa dari program studi Psikologi Universitas Negeri Semarang dan didampingi oleh Yogi Swaraswati, S.Psi., M.Si. sebagai dosen pendamping dalam melakukan program rutin selama satu bulan ini.

Sumber pendanaan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Baris Asa berasal dari dana belmawa dalam rangkaian PKM-PM (Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat). Tentunya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan pekerja sosial PPS PGOT Mardi Utomo Semarang sehingga harapannya program dapat berjalan secara berkelanjutan dan pembentukan komunitas Baris Asa akan terus eksis dalam mewadahi serangkaian kegiatan untuk warga di PPS PGOT Mardi Utomo Semarang.

Kegiatan PKM-PM Baris Asa di PPS PGOT Mardi Utomo Semarang menyasar penerima manfaat remaja sebagai peserta kegiatan. Fokus dalam kegiatan ini adalah peningkatan self acceptance sebagai pencegahan terjadinya toxic relationship di kalangan remaja. Kegiatan ini memanfaatkan metode ABCD: “Asset Based Community Development” yakni sebuah metode yang memanfaatkan potensi yang dimiliki suatu komunitas dan dipandang mampu meningkatkan pemberdayaan komunitas tersebut.

Berbagai pendekatan dilakukan oleh Tim Baris Asa kepada penerima manfaat remaja di panti pelayanan sosial PGOT Mardi Utomo Semarang guna menjalin hubungan yang lebih akrab, mewujudkan visi dan misi komunitas yaitu meningkatkan self acceptance atau penerimaan diri dan melatih kemandirian para penerima manfaat.

“Kita di Panti ini belum ada yang dapat secara intens memperhatikan kondisi psikologis warga binaan di panti” Ungkap Sukis, salah satu pekerja sosial di PPS PGOT Mardi Utomo Semarang. Hal tersebut menjadikan kehadiran program ini akan menjadi upaya yang baik dalam mewujudkan peningkatan kesadaran psikologis terutama dalam aspek penerimaan diri para penerima manfaat remaja di panti.

Selain daripada itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Baris Asa diisi dengan berbagai kegiatan yang menjadi pendorong positif guna meningkatkan penerimaan diri pada remaja di PPS PGOT Mardi Utomo. Berbagai kegiatan tersebut diantaranya pemberian pengetahuan mengenai pentingnya penerimaan diri, cara menjaga diri dari hubungan yang merugikan atau toxic relationship yang dipadupadankan dengan berbagai teknik-teknik sebagai metode pembelajaran seperti butterfly hugs, journaling, melukis, hingga relaxing yoga.

Berbagai kegiatan tersebut disambut dengan hangat dan antusiasme yang luar biasa dari para penerima manfaat. Oleh karenanya, kegiatan berjalan dengan lancar hingga akhir dan dapat dirasakan manfaatnya oleh para penerima manfaat remaja di PPS PGOT Mardi Utomo Semarang. Diharapkan, setelah ini para penerima manfaat dapat menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki sebagai pendorong dan motivasi untuk hidup mandiri dan semangat dalam berkehidupan di tengah bermasyarakat.(ted)

*Mahasiswa Universitas Negeri Semarang

Semarang uness
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026

Kimberly Tjoa Hidupkan Sosok Aurora dalam ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Aulia Azzahra Annisa Faiha Hidupkan Sosok Dona dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Optimalisasi System Perpajakan Melalui Penerapan Coretax

27 April 2026

Sustainably Speaking, Trashy Acting: Menagih Komitmen Hijau di Lantai Expo

15 April 2026

Comments are closed.

beritajatim id

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.