Situbondo (beritajatim.com) – Mengejutkan, bahwa di Kabupaten Situbondo masih terdapat dusun yang belum teraliri listrik, salah satunya adalah Dusun Tegal Mulyo, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan. Dusun ini menghadapi tantangan besar dalam akses listrik dan penerangan yang memadai, yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari terutama saat malam hari. Selain itu, dusun ini juga memiliki permasalahan lain yaitu terkait pengolahan kotoran sapi yang sebelumnya hanya dibiarkan menumpuk begitu saja tanpa dimanfaatkan, sehingga berdampak pada lingkungan sekitar, termasuk kualitas air dan kesehatan masyarakat.
Untuk mengatasi masalah ini, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) hadir sebagai wadah yang memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam bentuk proyek-proyek praktis yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. PKM sendiri terbagi menjadi beberapa kategori, seperti PKM-Penelitian, PKM-Kewirausahaan, PKM-Teknologi, PKM-Karsa Cipta, dan PKM-Pengabdian kepada Masyarakat, yang masing-masing memiliki fokus dan tujuan yang spesifik.
Dalam upaya memberikan solusi bagi permasalahan di Dusun Tegal Mulyo, salah satu tim PKM dari Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan ide Instalasi Biogas dan Penyediaan Energi sebagai Solusi Krisis Listrik. Tim ini dipimpin oleh Mohammad Mufid dari jurusan Teknik, dengan anggota Ignas Oni Faentaono, Nugroho Jerry Kurniawan, Nurul Nikmah, dan Ellya Dwi Lestari yang juga dari Jurusan Teknik, serta dibimbing oleh Bapak Dafit Ari Prasetyo S.T., M.T. Program ini diberi nama BIOSUSTAINENERGY, bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan akan listrik, terutama penerangan di dusun tersebut dengan memanfaatkan potensi kotoran sapi yang melimpah sebagai sumber energi terbarukan.
Tim PKM dari Politeknik Negeri Jember (Polije) berfokus pada pemenuhan kebutuhan listrik di Dusun Tegal Mulyo, Situbondo, dengan memanfaatkan kotoran sapi yang berlimpah sebagai sumber energi. Melalui inisiatif ini, mereka berusaha menyediakan solusi akan listrik yang ramah lingkungan sambil memberdayakan masyarakat lokal melalui pendidikan dan pelatihan tentang pengolahan kotoran sapi, serta cara mengoperasikan dan merawat instalasi biogas.
Tim PKM-PM Biosustainenergy Polije memiliki tujuan untuk menawarkan solusi berkelanjutan dengan menerapkan teknologi biogas. Teknologi ini diharapkan dapat memberikan penerangan yang stabil dan ramah lingkungan, sekaligus memberdayakan warga setempat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah kotoran sapi, serta dalam mengoperasikan dan merawat instalasi biogas yang telah dibangun.
“Kami memilih tema ini karena Dusun Tegal Mulyo di Situbondo mengalami kesulitan akses listrik yang memadai. Kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengancam keamanan warga. Kotoran sapi disana juga belum dikelola dengan baik, sehingga hanya menumpuk dan mencemari lingkungan begitu saja. Dengan memanfaatkan kotoran sapi tersebut, kami berupaya memberikan solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat,” ujar Mohammad Mufid.
Proses pelaksanaan program ini berlangsung selama empat bulan, dimulai dari bulan Mei hingga Agustus. Pembangunan instalasi biogas ini juga mendapatkan sambutan positif dari masyarakat setempat.
“Dengan adanya program ini, kami berharap kesejahteraan warga Dusun Tegal Mulyo akan meningkat secara signifikan. Kami juga berharap instalasi biogas ini dapat memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan kotoran sapi secara lebih efektif, serta dalam penggunaan dan pemeliharaan instalasi tersebut. Selain itu, kami mengharapkan adanya perubahan positif terhadap lingkungan sekitar dengan berkurangnya pencemaran, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang solusi energi terbarukan yang berkelanjutan.,” tutur Mohammad Mufid.
Bagi Polije, program ini merupakan peluang emas untuk melakukan pengabdian masyarakat yang nyata dan berkelanjutan, serta membuktikan komitmen institusi dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Semoga langkah ini dapat menjadi awal yang baik bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah-wilayah terpencil dan menginspirasi lebih banyak inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

