Gresik (beritajatim.com) – Pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang digagas oleh dosen Jurusan Manajemen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jawa Timur, Daisy Marthina Rosyanti dan Ratih Mukti Azhar. Program yang berlangsung sejak Agustus lalu ini mengusung tema “Peningkatan Potensi Lokal Melalui Pujasera PPI sebagai Wadah Ekonomi Kreatif Warga”.
Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan keberadaan Pujasera tidak hanya sebagai pusat kuliner, tetapi juga sebagai wadah ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan perekonomian warga sekaligus melestarikan kuliner khas daerah. Khususnya di Kabupaten Gresik, Pujasera dapat menjadi platform untuk memperkenalkan dan mempertahankan warisan kuliner lokal.
Pujasera Perumahan Pongangan Indah, yang dikenal dengan nama Pujasera PPI, kini menjadi sorotan. Setelah melalui proses renovasi dan restrukturisasi manajemen, Pujasera ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga sekitar secara optimal. Transformasi ini bertujuan untuk menghadirkan pengalaman belanja dan kuliner yang lebih baik bagi konsumen sekaligus mendukung keberlangsungan usaha para pelaku UMKM.
Namun, tantangan yang dihadapi pengelola Pujasera cukup kompleks. Selain harus menciptakan suasana yang kondusif bagi pedagang dan konsumen, mereka juga harus beradaptasi dengan perubahan perilaku pembelian konsumen yang semakin menuntut kenyamanan dan pengalaman berbelanja yang menarik.
Ibu Dian, seorang pelaku UMKM dengan perjalanan sukses yang inspiratif, menekankan pentingnya bisnis komunal untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. “Dengan bergabung dalam bisnis komunal, para pelaku usaha dapat berbagi sumber daya, saling mendukung, dan memperkuat daya saing. Ini adalah cara untuk bertahan dan berkembang di tengah tantangan pasar,” jelasnya.
Secara konsep, bisnis komunal memungkinkan pelaku usaha untuk berkolaborasi dalam satu ruang usaha yang sama. Dengan demikian, biaya operasional dapat ditekan, sinergi antar pelaku usaha meningkat, dan peluang pasar yang lebih luas pun terbuka. Pendekatan ini diyakini dapat menciptakan usaha yang lebih berkelanjutan dan kompetitif.
Mayoritas pelaku UMKM di Pujasera PPI berasal dari generasi X yang kurang familiar dengan teknologi dan tren pasar terkini. Hal ini menjadi tantangan dalam pengelolaan usaha mereka. Namun, semangat untuk belajar dan berinovasi terus digaungkan.
“Bapak… Ibu… kita tetap harus semangat! Rezeki memang sudah ada yang mengatur, tetapi kita juga harus terus beradaptasi dengan kondisi yang ada. Jangan malu untuk belajar dan berinovasi agar usaha kita tetap maju!” ujar Ibu Dian, memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM.
Melalui program ini, para dosen UPN Jawa Timur bersama pengelola Pujasera PPI berharap dapat menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat di Gresik. Dengan kolaborasi dan inovasi yang terus dikembangkan, Pujasera PPI diharapkan mampu menjadi model pengembangan ekonomi lokal yang dapat ditiru oleh daerah lain.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Pujasera PPI tidak hanya menjadi pusat kuliner, tetapi juga motor penggerak perekonomian warga setempat. Peran aktif semua pihak, mulai dari akademisi, pengelola, hingga pelaku UMKM, menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

