Gresik (beritajatim.com) – Silaturahim Mbah Mas Buyamin kembali digelar untuk yang ke-48 kalinya dengan penuh kehangatan dan makna. Tahun ini, acara silaturahim diselenggarakan dengan tuan rumah alm. Mbah Sun’an, putra keempat Mbah Mas Buyamin, di Graha Kartini Gresik. Acara ini dihadiri oleh sekitar 800 peserta yang terdiri dari seluruh keluarga besar Mbah Mas Buyamin, yang kini telah mencapai generasi ke-5.
Momen silaturahim ini semakin meriah dengan kehadiran Pakde Menteri Pratikno, yang merupakan menantu dari Mbah Sun’an dan saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Turut hadir pula Bude Ida beserta anak-anak dan cucu-cucu keluarga besar Mbah Mas Buyamin.
Mbah Mas Buyamin dikenal sebagai seorang ulama dan pemimpin masyarakat yang selalu mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan. Beliau memiliki enam orang putra yang meneruskan perjuangan dalam menjaga nilai-nilai luhur tersebut. Salah satu warisan terbesar beliau adalah tradisi
Silaturahim Mbah Mas Buyamin, yang telah berlangsung secara konsisten selama hampir lima dekade.
Silaturahim ini pertama kali diinisiasi sebagai bentuk menjaga hubungan erat antar anggota keluarga besar. Seiring waktu, acara ini berkembang menjadi forum refleksi dan diskusi yang membahas nilai-nilai kebangsaan, sosial, dan budaya.
Tahun ini, silaturahim menjadi lebih istimewa karena Mbah Sun’an menjadi tuan rumah, dengan dukungan putrinya, Mbak Ida. Prof. Dr. H. Moch Tolchah, M.Ag., yang bertindak sebagai Koordinator Keluarga Mbah Buyamin, menyampaikan sambutan mengenai pentingnya mempertahankan tradisi ini.
“Kita patut bersyukur dan harus mempertahankan silaturahim ini sampai pada tahun ke-48. Belum ada keluarga di Gresik Raya yang mampu merawat silaturahim hingga usia ini selain keluarga dari pesantren,” ungkap Prof. Tolchah dalam sambutannya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa tradisi yang diwariskan oleh Mbah Mas Buyamin adalah sesuatu yang langka dan patut menjadi teladan bagi keluarga lainnya.
Dalam kesempatan ini, Pakde Menteri Pratikno juga menegaskan bahwa silaturahim bukan sekadar pertemuan tahunan, melainkan bagian dari upaya menjaga hubungan kekeluargaan. Beliau pun menyampaikan rasa terima kasih karena telah menjadi bagian dari keluarga besar Mbah Mas Buyamin, serta mengungkapkan bahwa dukungan istri beliau, Mbak Ida, memudahkan dirinya dalam menjalankan amanah sebagai pejabat negara.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan juga pembagian beasiswa kepada 71 anak cucu cicit Mbah Mas Buyamin, mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi. Dana beasiswa ini berasal dari infaq shodaqoh keluarga besar, yang berhasil mengumpulkan lebih dari Rp35 juta. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kepedulian terhadap pendidikan dalam keluarga besar ini.
Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan kuis, doorprize, serta fasilitas playground untuk anak-anak, sehingga semua peserta, baik dewasa maupun anak-anak, dapat menikmati suasana silaturahim dengan nyaman dan penuh kegembiraan.
Silaturahim Mbah Mas Buyamin ke-48 ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kekeluargaan dapat tetap terjaga meskipun zaman terus berubah. Dengan adanya dukungan dari seluruh keluarga besar, diharapkan acara ini dapat terus berlanjut dan semakin memberikan manfaat bagi keluarga besar serta masyarakat luas.
Seperti yang disampaikan oleh Bu Innik Hikmatin, M.Pd.I, cicit dari Mbah Mas Buyamin, “Sampai jumpa di Silaturahim Mbah Mas Buyamin ke-49, semoga semuanya sehat.”


1 Komentar
Alhamdulillah..saya ikut bersyukur dan merasa bangga menjadi angite keluarga Mbah Masyhadi Buyamin.cucu dari Mbah Masing Musyarofah .putri kedua beliau.
Terima kasih keluarga Mbah Sun’an, terima kasih paklek Mentri Pratikno dan Tante Ida.
Serta terima kasih Tim Beritajatim.com
Luar biasa…