Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) telah menorehkan babak baru dalam sejarah perjuangannya dengan meluncurkan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA). Diluncurkan secara resmi oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani di Gedung BUMA, Jakarta Pusat, BUMA menjadi holding company yang mengonsolidasikan berbagai unit bisnis strategis di bawah PT. Buma Bintang Perkasa. Ini adalah langkah besar dalam upaya GP Ansor menciptakan kemandirian ekonomi, sekaligus membuka peluang lapangan kerja bagi kader muda di seluruh Indonesia.
BUMA tidak hanya mencakup sektor teknologi dan ketenagakerjaan, tetapi juga merambah ke sektor pariwisata, perdagangan, media, pertambangan, dan ekspor-impor. Salah satu program unggulannya, Ansor Stokis, dirancang untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, yang sangat relevan dengan kondisi ekonomi di banyak daerah, termasuk di Kabupaten Lamongan.
Sebagai Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lamongan, saya merasa momentum ini harus disambut dengan langkah-langkah nyata yang tidak hanya mendukung program BUMA, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi di level lokal. Oleh karena itu, perlu ada beberapa langkah strategis yang harus diambil oleh PC GP Ansor Kabupaten Lamongan untuk memanfaatkan peluang besar ini.
1. Mengembangkan UMKM Lokal Melalui Program Ansor Stokis
UMKM di Kabupaten Lamongan memiliki potensi yang luar biasa, mulai dari sektor pertanian, perikanan, produk olahan makanan, hingga kerajinan tangan. Namun, seringkali mereka terkendala dalam hal pemasaran dan pengelolaan yang efektif. Program Ansor Stokis dari BUMA bisa menjadi jembatan bagi UMKM lokal untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai bagian dari struktur GP Ansor, PC GP Ansor Kabupaten Lamongan harus segera mengidentifikasi dan mendata UMKM-UMKM unggulan di daerah ini, serta memfasilitasi mereka untuk bergabung dalam program *Ansor Stokis*. Dengan demikian, para pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produk mereka, mendapatkan pelatihan, dan memanfaatkan jaringan distribusi yang lebih luas, yang akhirnya dapat membantu mereka untuk berkembang secara berkelanjutan.
2. Pendirian Koperasi Ansor untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi Kader
Salah satu aspek penting dalam penguatan ekonomi kader adalah dengan membangun koperasi yang dapat menjadi wadah pengelolaan dana dan sumber daya secara kolektif. Koperasi Ansor Lamongan dapat menjadi instrumen yang sangat efektif untuk meningkatkan ekonomi kader, baik itu melalui simpan pinjam, investasi, atau pengadaan barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih kompetitif.
Koperasi ini juga dapat menjadi tempat bagi kader Ansor untuk saling mendukung dalam usaha kecil mereka, baik itu usaha dagang, pertanian, atau bidang lainnya. Melalui koperasi, para kader tidak hanya akan memiliki sumber pendanaan yang mudah diakses, tetapi juga kesempatan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam dunia usaha.
3. Mendorong Pendidikan Kewirausahaan dan Pemberdayaan Digital
Di era digital saat ini, kewirausahaan tidak hanya membutuhkan pengetahuan dalam mengelola usaha, tetapi juga keterampilan dalam memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar. PC GP Ansor Kabupaten Lamongan perlu menggandeng lembaga pendidikan seperti Universitas Islam Lamongan (UNISLA) untuk menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan yang mencakup topik-topik penting seperti digital marketing, pengelolaan keuangan berbasis teknologi, dan pengembangan produk berbasis inovasi.
Pelatihan ini akan memperkuat kapasitas kader GP Ansor Kabupaten Lamongan, memberikan mereka pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar global, serta membantu mereka dalam memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan visibilitas usaha mereka.
4. Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Sektor Swasta
Untuk memaksimalkan potensi ekonomi yang ada, PC GP Ansor Kabupaten Lamongan juga harus aktif menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga-lembaga yang mendukung pengembangan UMKM. Kolaborasi ini dapat meliputi berbagai aspek, seperti pendampingan usaha, penyediaan akses permodalan, hingga pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM lokal.
Pemerintah daerah Kabupaten Lamongan juga perlu diikutsertakan dalam upaya ini, mengingat mereka memiliki program-program yang mendukung pengembangan ekonomi lokal, termasuk UMKM. Sektor swasta juga memiliki peran besar dalam menyediakan peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.
5. Mengoptimalkan Potensi Sumber Daya Alam dan Pariwisata
Lamongan memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari hasil pertanian, perikanan, hingga objek wisata yang menarik. Dengan dukungan BUMA, PC GP Ansor Kabupaten Lamongan dapat mengembangkan sektor pariwisata dan pertambangan dengan cara yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan bagi masyarakat. Misalnya, mengembangkan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat lokal, yang tidak hanya memberikan dampak ekonomi langsung, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan budaya.
Menjadi Katalisator Perubahan Ekonomi di Kabupaten Lamongan
Peluncuran BUMA adalah peluang besar bagi GP Ansor, dan lebih khusus lagi bagi GP Ansor Kabupaten Lamongan, untuk turut serta dalam menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Dengan mengembangkan UMKM, mendirikan koperasi, melibatkan kader dalam usaha ekonomi, serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, PC GP Ansor Kabupaten Lamongan dapat menjadi kekuatan pendorong yang membawa perubahan signifikan bagi perekonomian lokal.
Dengan demikian, sudah saatnya bagi kita semua, terutama di tingkat cabang, untuk aktif berperan dalam membangun ekonomi kader yang tidak hanya berdampak bagi diri sendiri, tetapi juga bagi kemajuan masyarakat di sekitar kita. Kemandirian ekonomi yang kuat adalah landasan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan kita sebagai bangsa. Ini adalah saat yang tepat untuk bergerak maju, bersama-sama, dalam mewujudkan cita-cita ekonomi yang mandiri, berdaya, dan sejahtera.
DR Abid Muhtarom, SE., S.Pd., MSE.,
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA | Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lamongan

