Surabaya (beritajatim.com) – ARTV Production kembali menghadirkan film “Call 911” sebagai bagian dari komitmen dalam mengembangkan potensi talenta muda di industri hiburan Indonesia.
Melalui proyek ini, para pemain muda mendapat kesempatan berharga untuk berkolaborasi langsung dengan artis nasional, Lady Nayoan Kjaernett. Proses produksi berlangsung dengan penuh semangat, menghadirkan pengalaman sekaligus pembelajaran bagi seluruh pemeran.
Film “Call 911” mengangkat kisah penculikan anak yang terjadi pada sebuah keluarga yang baru saja pindah ke lingkungan baru. Cerita berkembang dengan penuh ketegangan, menghadirkan berbagai lapisan konflik serta karakter dengan peran yang saling terhubung.
Dalam film ini, Athira Rafsya Azzahra memerankan karakter Amanda, seorang detektif yang menjalankan misi penyamaran sebagai guru les. Sosoknya digambarkan sebagai “double agent” yang harus menjaga identitas sekaligus mengumpulkan informasi penting di balik kasus yang sedang ditangani.
Amanda juga memiliki hubungan sebagai junior dari Ibu Gauri, yang menambah kedalaman cerita serta keterkaitan emosional dalam alur film. Keberadaannya menjadi kunci penting dalam mengungkap kasus penculikan Dea yang menjadi pusat konflik cerita.
Karakter Amanda menuntut kemampuan untuk menampilkan dua sisi kepribadian secara seimbang—antara sosok guru yang terlihat biasa dan seorang detektif yang penuh perhitungan. Melalui peran ini, Athira dinilai mampu menghadirkan ketegangan sekaligus kecerdikan dalam setiap adegan.
Keterlibatannya dalam film ini menjadi pengalaman berharga, terutama dalam mendalami karakter dengan kompleksitas peran yang cukup menantang. Ia juga mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dalam proses produksi film secara profesional.
Meskipun film ini memiliki durasi yang tidak terlalu panjang, proses syuting dilakukan dengan penuh ketelitian. Setiap adegan diambil secara berulang untuk memastikan kualitas visual serta kekuatan emosi dapat tersampaikan dengan baik.
Pihak produksi menilai kehadiran Lady Nayoan Kjaernett memberikan pengaruh positif selama proses produksi. Koordinator sekaligus managemen talent, Vianney Nana menyampaikan bahwa Lady tidak hanya menunjukkan profesionalisme, tetapi juga sikap rendah hati yang menginspirasi para pemain muda.
Sementara itu, produser film Miss Liechen berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut di proyek-proyek berikutnya, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk berkembang di industri perfilman Indonesia. (ted)

