Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Pagelaran Ludruk Lerok Anyar “Nyai Ranti” Sukses di Gedung Cak Durasim Surabaya

Pagelaran Ludruk Lerok Anyar “Nyai Ranti” Sukses di Gedung Cak Durasim Surabaya

Redaksi12 Mei 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto BeritaJatim.com
Sebuah pertunjukan budaya yang memukau kembali hadir di Surabaya. Pagelaran Ludruk Lerok Anyar dengan lakon "Nyai Ranti"

Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah pertunjukan budaya yang memukau kembali hadir di Surabaya. Pagelaran Ludruk Lerok Anyar dengan lakon “Nyai Ranti” sukses menarik perhatian lebih dari 200 penonton lintas generasi di Gedung Kesenian Cak Durasim, Jalan Genteng Kali No. 85, Surabaya, Jumat malam (9/5/2025).

Dipersembahkan oleh UPT Taman Budaya Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Disbudpar Jatim), pertunjukan ini dimulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung meriah hingga larut malam.

Acara ini disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube @cakdurasim, sekaligus bisa dihadiri langsung oleh masyarakat secara gratis melalui sistem pendaftaran daring dan on the spot (OTS).

Cerita “Nyai Ranti”: Sebuah Refleksi Sosial dan Emosional

Lakon “Nyai Ranti” membawa kisah tragis tentang seorang perempuan sombong yang akhirnya hidup sendiri sebagai perawan tua.

Ia bahkan tega menjauhkan anaknya sendiri, Wulandari, hanya karena perbedaan pendapat. Namun, cinta dan ketulusan Wulandari mendorongnya untuk terus berjuang menyadarkan sang ibu.

Tokoh-tokoh dalam pementasan ini berasal dari Kabupaten Malang, termasuk Ello, pemeran utama yang memerankan karakter “Nyai Ranti”. Dalam wawancara, Ello mengungkapkan alasannya terjun ke dunia seni tradisional.

“Saya memilih menggiati Ludruk ini karena dari panggilan hati. Saya penggiat Ludruk dan pelaku seni. Disaat saya mendapatkan wadah untuk berkreasi, jiwa dan panggilan saya tersalurkan. Maka disitu juga saya mengabdi dan menekuni,” ujarnya.

Sambutan Penonton: “Lebih Seru dari Film Bioskop”

Selama tiga jam penuh, pertunjukan Ludruk Lerok Anyar berhasil mencuri perhatian dan menghibur penonton. Berbagai adegan mengundang tawa dan tepuk tangan yang riuh.

Salah satu penonton, Ayu, memberikan kesan pertamanya setelah menonton Ludruk secara langsung.

“Pertama kali menonton Ludruk, ternyata nggak kalah asik dibanding nonton film bioskop. Ada keunikan tersendiri, mulai dari suasana dan pembawaannya. Cukup enjoying buat ditonton,” ungkapnya antusias.

Pelestarian Budaya Lewat Seni Pertunjukan Tradisional

Ludruk merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional khas Jawa Timur yang memadukan teater, musik gamelan, dan tari-tarian, disampaikan dengan gaya yang menghibur namun sarat makna sosial. Pagelaran seperti ini telah rutin digelar sejak era 1960-an oleh Disbudpar Jatim sebagai bagian dari program pelestarian budaya lokal.

“Banggalah menjadi bangsa Indonesia dan budayanya, terutama budaya kita. Karena karakter dan ciri khas bangsa tidak luput dari budayanya, dan itu juga yang mencerminkan identitas Bangsa Indonesia,” ujar Lucky, staf dokumentasi dan publikasi Taman Budaya Jawa Timur.

Melalui pementasan seperti Ludruk Lerok Anyar “Nyai Ranti”, masyarakat diajak tidak hanya untuk menikmati hiburan, tetapi juga terlibat dalam menjaga kelestarian warisan budaya bangsa di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Penulis: Genio Septimary
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Cak Durasim Ludruk
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026

Surabaya Punya Spot Baca Estetik, Gen Z Kini Lebih Betah Membaca daripada Scroll Medsos

14 Juli 2026

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.