Surabaya – Rangkaian perayaan Vesak Festival 2025 yang berlangsung di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya dari 7 hingga 12 Mei 2025, menghadirkan salah satu momen paling monumental dalam sejarah perayaan Waisak di Indonesia—Sanghadana terbesar di masa Waisak.
Diselenggarakan oleh Young Buddhist Association, Vesak Festival menjadi ajang tahunan yang menggabungkan semangat spiritual, seni, dan edukasi.
Tahun ini, kegiatan Sanghadana berhasil mencetak rekor nasional dengan kehadiran lebih dari 50 Bhikkhu dari tiga tradisi Buddhis yang berbeda, tersebar antara Surabaya dan Jakarta.
Di Surabaya sendiri, sebanyak 15 Bhikkhu turut hadir dalam seremoni Sanghadana yang diselenggarakan dengan penuh khidmat.
Kegiatan diawali dengan penampilan barongsai dan tarian tradisional, yang menambah nuansa meriah sekaligus sakral dalam penghormatan kepada Sangha.
Sanghadana, yang berarti persembahan kepada para Bhikkhu, merupakan praktik dana dalam bentuk pemenuhan empat kebutuhan utama: makanan, jubah, obat-obatan, dan tempat tinggal.
Namun, dalam Vesak Festival kali ini, persembahan dilakukan secara simbolis berupa pemberian jubah yang sebelumnya telah dibeli oleh para donatur.

Dana hasil persembahan ini akan disalurkan ke Myanmar, untuk membantu proses rekonstruksi gedung-gedung keagamaan yang terdampak gempa bumi pada 28 Maret lalu.
Tak hanya Sanghadana, Vesak Festival 2025 juga memecahkan Rekor MURI sebagai Rupang Buddha Melayang Terbesar di Indonesia.
Diorama utama tersebut menggambarkan Sang Buddha bersama sang ibu, Ratu Mahamaya, dan menjadi simbol penghormatan akan kasih sayang orang tua serta pentingnya bimbingan spiritual lintas generasi.
Diorama ini juga selaras dengan tema tahun ini: “Light of Compassion: Guiding the Next Generation”. Sebuah pesan moral tentang pentingnya cinta kasih dalam membimbing generasi masa depan, tanpa melupakan jasa dan peran generasi terdahulu.
Dalam sambutannya, Ketut Panji Budiawan, Pembimas Buddha Provinsi Jawa Timur, mengungkapkan rasa hormat dan dukungannya terhadap acara ini.
“Ini adalah kegiatan yang positif, karena tidak banyak orang mengetahui ajaran Buddha secara utuh. Jadi kesempatan yang baik ini tentunya dijadikan ajang untuk memperkenalkan ajaran Buddha kepada khalayak ramai yang mengunjungi atrium ini,” ujarnya.
Dengan keberhasilan mencatat rekor dan tingginya antusiasme pengunjung, Vesak Festival 2025 menjadi bukti nyata bahwa perayaan keagamaan dapat dikemas secara inklusif, edukatif, dan inspiratif untuk semua kalangan. (ted)
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

