Surabaya – Dari Kota kecil Blitar, Seminari Menengah St Vincentius a Paulo Garum (Seminari Garum) Keuskupan Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam memadukan proses pembinaan calon imam dengan kreativitas dan pendekatan kekinian.
Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah hadirnya “Cafe Pastor” sebuah inisiatif yang bukan sekadar menyajikan kopi, melainkan juga menjadi ruang diskusi iman, promosi panggilan, serta dialog santai antara para Romo, suster, dan kaum muda.
Tonggak Awal
Awal mula ide Cafe Pastor bermula dari bentuk keprihatinan para formator Seminari Garum kala itu terhadap pentingnya pewartaan iman serta promosi panggilan imamat bagi kaum muda.
Para formator Seminari Garum termasuk Rm. Peppy, Rm. Gunawan, dan Diakon Theo (sekarang: Romo Theo) berdiskusi intensif mengenai bagaimana menyasar hati generasi muda di era di mana “nongkrong di kafe” sudah menjadi bagian dari lifestyle.
Mereka sepakat bahwa “cafe” dapat menjadi jembatan yang akrab dengan anak muda, sedangkan kata “pastor” mewakili tugas mengajar dan membimbing iman. Dari sinilah lahir konsep “Cafe Pastor”: tempat di mana kaum muda bisa menikmati secangkir kopi sambil diajak berbincang ringan tentang iman dan panggilan hidup.
Pada 19 November 2019, Cafe Pastor secara resmi diluncurkan melalui akun media sosial YouTube dan Instagram. Kanal-kanal ini menyajikan talk show bertema iman dan panggilan bersama romo (imam) dan suster, yang kemudian dikelola oleh tim relawan khusus. Langkah ini diambil guna meringankan beban para imam sebagai formator utama di seminari, sementara tim relawan mengurusi konten dan interaksi daring.
Kehadiran Fisik dan Tantangan Pandemi
Sejak 24 hingga 26 Februari 2020, Cafe Pastor hadir secara nyata dalam bentuk pop up coffee shop selama acara Open House Seminari Garum.
Para Romo dan Seminaris terjun langsung mengelola gerobak kopi, menyajikan beragam minuman dan camilan sederhana kepada pengunjung mulai dari calon seminaris, orang tua, hingga masyarakat umum yang penasaran.
Momen ini sekaligus menjadi bukti bahwa ide Cafe Pastor bisa diaplikasikan secara langsung, tidak hanya melalui internet dan media sosial.
Setelah acara usai, Seminari Garum Romo Benedictus Prima Novianto Saputro selaku Rektor Seminari Garum kala itu (2019) menegaskan agar Cafe Pastor dapat terus dikembangkan sebagai sarana promosi panggilan.
Peresmian Coffee Shop dan Integrasi dengan Galeri Seminari
Tepat setahun kemudian pada 1 Oktober 2022, Seminari Garum memulai pembangunan Galeri Seminari yang akan menjadi rumah baru Cafe Pastor.
Proyek ini menandai bahwa Cafe Pastor tidak hanya sekadar proyek sampingan, melainkan bagian integral dari identitas Seminari Garum. Galeri Seminari mulai dibangun secara fisik pada 1 November 2022 (bertepatan dengan Hari Raya Semua Orang Kudus), memperlihatkan upaya nyata menggabungkan fungsi kebersamaan, pameran artefak sejarah seminari, dan unit kafe.
Café Pastor at Kota Pahlawan
Hingga pada 20 Januari 2024, Cafe Pastor telah menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dan kekiniaan dapat memperkuat ikatan antara seminari, kaum muda, dan masyarakat luas.
Dengan dukungan berkelanjutan dari para formator, tim relawan, serta alumni Seminari Garum, maka dibangunlah pula Café Pastor cabang pertama yang terletak di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), jalan Ngagel Madya Surabaya.
“Ya sama dengan di Blitar, design interior yang khas dengan sejarah seminari hingga musik-musik yang diputar sangat membangun vibes rohani” tutur Rian selaku barista Café Pastor SMTB dalam wawancara, Sabtu 17 Mei 2025.
Inovasi ini diharapkan mampu melahirkan benih-benih panggilan yang lebih banyak dan membangun sinergi baru dalam pewartaan iman di Indonesia.
Carolina Esther S.D
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

