Surabaya – Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Abdullah Alba Saiba memanfaatkan program magang sebagai sarana untuk menerapkan teori komunikasi dalam praktik nyata pelayanan publik. Selama enam minggu masa magang di PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Darmo Permai, Alba menunjukkan dedikasi tinggi dalam memahami proses pelayanan serta menciptakan solusi inovatif berbasis teknologi untuk mempermudah interaksi antara pelanggan dan perusahaan.
Di minggu-minggu awal, Alba menjalani orientasi dan pengenalan alur pelayanan termasuk penanganan pelanggaran Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). Ia belajar pentingnya komunikasi yang santun dan solutif sebagai ujung tombak dalam menjaga kepuasan pelanggan.
Dalam kesehariannya, Alba terlibat aktif dalam pelayanan pelanggan dan pekerjaan administratif. Ia membantu proses klarifikasi, pencatatan data pelanggan, hingga ikut serta dalam inspeksi lapangan bersama tim P2TL. Dalam kegiatan ini, ia tak hanya mengamati, tetapi juga membantu dokumentasi dan mencatat temuan untuk laporan internal. Pengalaman ini membuka wawasan Alba tentang pentingnya pendekatan humanis dalam penegakan aturan, mengingat tidak semua pelanggaran dilakukan dengan niat buruk.
Salah satu kontribusi terbesar Alba selama magang adalah merancang sistem antrean digital Shortcut P2TL berbasis QR Code. Sistem ini memungkinkan pelanggan yang menerima surat P2TL untuk langsung terhubung ke admin PLN melalui WhatsApp dengan pesan otomatis yang telah disiapkan. Inovasi ini dirancang berdasarkan hasil observasi di lapangan terkait antrean panjang dan lambatnya proses klarifikasi akibat jalur komunikasi yang kurang efisien.
“Kami melihat sistem yang dikembangkan oleh Alba sangat aplikatif dan membantu mempercepat proses pelayanan. Ini bentuk kontribusi nyata dari mahasiswa,” ujar salah satu pembimbing lapangan PLN ULP Darmo Permai. Alba juga melengkapi sistem tersebut dengan template pesan, desain QR, dan panduan teknis yang memudahkan implementasi bagi pelanggan maupun petugas.
Selain itu, ia juga menyusun laporan temuan lapangan, melakukan klasifikasi data pelanggan, dan berkontribusi dalam penyusunan materi edukatif untuk sosialisasi layanan. Keaktifannya menunjukkan bahwa peran mahasiswa dalam dunia kerja tidak hanya sebatas belajar, tapi juga membawa perspektif dan solusi baru.
“Magang ini mengajarkan saya bahwa komunikasi publik bukan hanya menyampaikan pesan, tetapi juga memahami kebutuhan masyarakat dan merespons dengan solusi konkret,” ujar Alba. Ia menilai pengalaman ini sangat penting untuk membentuk sikap profesional, empati, dan pemikiran sistematis dalam menyelesaikan masalah.
Pengalaman Abdullah Alba Saiba membuktikan bahwa program magang bukan hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga ruang kontribusi bagi mahasiswa untuk membantu institusi dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Ia menjadi contoh nyata bagaimana ilmu komunikasi dapat diterapkan secara langsung untuk menjembatani kepentingan organisasi dengan masyarakat melalui inovasi yang sederhana namun berdampak.
Dosen pembimbing: Pravinska Aldino, S.I.Kom, M.I.Kom
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

