Surabaya (beritajatim.com) – Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan dan pola konsumsi yang lebih hemat dalam beberapa tahun terakhir ini, penjualan barang preloved melalui TikTok semakin populer di kalangan generasi muda Indonesia.
Banyak penjual menggunakan platform ini untuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan fitur video dan live shopping.
Dilansir dari berbagai sumber, Tiktok memiliki akses langsung ke jutaan calon pengguna yang berpotensi untuk melihat hingga membeli.
Platform ini, telah dilengkapi oleh berbagai fitur kreatif yang dapat menarik konsumen dan fitur live shopping yang memudahkan penjual berinteraksi langsung dengan calon konsumen.
“Berawal dari scrolling di Tiktok, ternyata banyak yang jualan baju-baju di live. Kebetulan, saya banyak pakaian yang memang sudah tidak terpakai sehingga saya pikir daripada mubazir jadi mau saya jual aja biar menghasilkan cuan juga,” ujar Silvi pemilik online shop Keranjang Pira.
Dengan fitur yang mudah digunakan, Tiktok membuka lapangan pekerjaan baru bagi anak-anak muda. Tidak hanya menjual barang-barangnya, tetapi juga kreativitas yang dapat menarik perhatian konsumen.
“Meski waktu live itu ada batasan-batasan kata yang tidak boleh diucapkan karena kadang bisa kena banned sama Tiktok kayak WhatsApp gitu akhirnya kita biasa sebutnya wawa. Ini juga sebagai tantangan buat kita, tapi jualan di Tiktok itu bisa dapat banyak keuntungan karena zaman sekarang anak kecil aja udah lihatnya Tiktok terus juga selama live itu ada yang suka kasih gift kayak mawar atau apapun nanti bisa dicairkan juga.”
Bagi anak-anak muda saat ini, menjual barang preloved di Tiktok dapat menjadi sumber pendapatan yang cukup tinggi. Dengan segala kemampuannya dan pemahaman terhadap minat pasar akan mode dan barang-barang yang unik dan lucu, untuk dapat menarik perhatian penonton yang menjadi para calon konsumen dalam satu siaran live.
“Biasanya beli di Tiktok itu karena barangnya unik-unik dan ada juga yang mereka jualan preloved, karena mereka beli di luar negeri dan nggak ada di Indonesia. Harganya juga tergantung, kalau yang premium itu di kisaran seratus sampai dua ratus ribu aja, kalau yang standar ada kok yang dua puluh sampai lima puluh ribu,” ujar Feli, anak muda yang suka berbelanja preloved di Tiktok.
Dengan berbelanja preloved di Tiktok, anak-anak muda merasa lebih hemat karena dengan adanya kisaran harga yang terjangkau, produk yang diperoleh memiliki kualitas yang baik bahkan premium.
“Selama berbelanja di Tiktok merasa aman, karena mereka ada semacam asuransi gitu,” jelasnya.
Dilengkapi dengan berbagai fitur, Tiktok ini menjadi platform yang terpercaya terutama bagi kalangan generasi muda untuk melakukan jual beli preloved terlebih barang-barang fashion seperti kaos, crop, cardigan, dan lain sebagainya.
Penulis: Angelica Jossie
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

