Surabaya – Seperti roller coaster yang turun naik, begitu juga dengan wisata kuliner Kya Kya Surabaya yang kembali hadir dan menjadi salah satu kuliner wajib kawasan pecinan.
Wisata kuliner Kya Kya Surabaya ini memadukan unsur sejarah, budaya, dan hiburan jaman sekarang yang berlokasi di kawasan Pecinan Jl. Kembang Jepun St, Bongkaran, Pabean Cantikan.
Wisata kuliner malam Kya Kya awalnya diresmikan pada tahun 2003, tempat ini memiliki tema yang khas yakni bertemakan Tionghoa.
Namun sayangnya, Kya Kya harus berhenti beroperasi sementara karena terdampak pandemi Covid-19. Di akhir tahun 2022, Pemerintah Kota Surabaya mulai membangun kembali Kya Kya hingga sekarang.
Kya Kya sendiri hanya buka pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Selain hari-hari tersebut, Jalan Kembang Jepun ini beroperasi sebagai jalan umum yang dapat dilewati kendaraan.
Liu, salah satu pemilik tenant Terminal Drink mengutarakan bahwa makanan sudah disortir oleh pemkot Surabaya. “Jadi sudah dikurasi dulu sebelum jualan” kata Liu, Sabtu (24/5/2025).
Hal ini menjadi bukti upaya Pemerintah Kota Surabaya memelihara kualitas tenant di Kya Kya Surabaya.
Tidak hanya itu, wisata kuliner malam Kya Kya ini menjadi incaran warga setempat ketika malam minggu. “Kalau untuk kapan yang paling ramai diantara ketiga hari tersebut, ada di hari Sabtu. Untuk hari Minggu tidak seramai hari Sabtu, untuk jamnya pada jam 7 hingga jam 10.“ utas Yusuf, pemilik Robakus Pahlawan.
Kya-kya sendiri telah dilengkapi dengan toilet umum yang bersih dan modern, serta spot foto yang tentunya sangat Instagramable. Tak heran jika banyak anak muda yang pada akhirnya juga tertarik untuk menghabiskan malam Minggu di sini.
Mengambil gambar atau video di tengah-tengah jalan, tentu sudah biasa ditemukan di Kya Kya. Apalagi, Kya Kya kini juga dilengkapi dengan panggung live music yang menampilkan lagu-lagu baik zaman dahulu hingga zaman sekarang, menyebabkan Kya Kya sendiri juga tidak hanya dipenuhi oleh anak muda.
Dari banyaknya keindahan Kya Kya, tentu ada juga kendalanya, seperti ketika sedang berada di musim hujan, jumlah pengunjung pun akan berkurang karena Kya Kya sendiri merupakan kawasan terbuka yang tidak terdapat atap di atasnya. Apalagi, jumlah pengunjung yang datang cenderung menurun pada hari Jumat dan juga Minggu. Para penjual pun kebanyakan akan merasa lebih senang ketika sedang ada event tahunan di Kya Kya, salah satunya adalah pada saat Tahun Baru Imlek, karena otomatis jumlah pengunjung yang datang akan membludak tidak seperti di hari-hari biasanya.
Wisata kuliner malam Kya Kya tentunya masih menunjukkan perkembangan yang positif setiap harinya. Apalagi telah disediakan juga lahan parkiran untuk kendaraan roda dua dan juga kendaraan roda empat. Disediakan pula sampah di berbagai sudut, sehingga kebersihan yang ada di Kya Kya semakin terjaga.
Oleh karena itu, wisata kuliner malam Kya Kya ini bukan sekedar tempat makan atau berjalan-jalan pada malam hari, melainkan menjadi ajang untuk para pengunjung lebih mengenal dan bertoleransi pada keberagaman yang ada, yang dimana hal tersebut merupakan jati diri dari Kota Surabaya itu sendiri. Kalau kamu jalan-jalan di Surabaya, jangan lupa untuk mengunjungi Kya Kya ya!
Penulis: Brigitta Snezana Navali Angel Putranto dan Felicia Evelyn
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

