Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Melihat Kasur Tokoh Nasionalis, DI/TII dan PKI di Museum HOS Tjokroaminoto Surabaya

Melihat Kasur Tokoh Nasionalis, DI/TII dan PKI di Museum HOS Tjokroaminoto Surabaya

Redaksi25 Mei 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto BeritaJatim.com
Tokoh Gerakan di massa Kebangkitan Nasional 1908 di meseum HOS Tjokroaminoto

Surabaya- Mengunjungi sebuah museum bukan sekadar melihat koleksi benda-benda bersejarah, namun juga menyelami kisah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Museum HOS Cokroaminoto di Surabaya, yang berlokasi di Jalan Peneleh Gang VII Nomor 29-31, menjadi saksi bisu perjuangan salah satu tokoh penting dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia, Haji Oemar Said Cokroaminoto.

Namun, tahukah Anda sejak kapan museum ini berdiri dan menyimpan cerita menarik apa saja di baliknya? Mari kita telusuri lebih dalam.

Museum HOS Cokroaminoto secara resmi didirikan pada tanggal 7 November 2017. Namun, gagasan untuk melestarikan rumah bersejarah ini sebagai museum telah muncul jauh sebelumnya, didorong oleh keinginan keluarga dan para pegiat sejarah untuk mengabadikan jejak perjuangan Sang Guru Bangsa.

Setelah melalui proses persiapan dan pengumpulan artefak, museum ini akhirnya dibuka untuk umum pada tanggal 17 Agustus 2018, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah momen yang sangat relevan dengan semangat perjuangan HOS Cokroaminoto.

“Dari depan kelihatan bagus dan di dalamnya memberi suasana retro atau vintage menurut saya.” ucap Melvin sebagai pengunjung.

Pengelolaan museum ini berada di bawah Yayasan HOS Cokroaminoto, yang melibatkan anggota keluarga dan para sukarelawan yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pelestarian sejarah.

Proses perawatan dan pelestarian barang-barang di museum dilakukan secara berkala dengan memperhatikan kondisi fisik setiap artefak. Upaya konservasi sederhana dilakukan oleh tim museum, sementara untuk benda-benda yang memerlukan penanganan khusus, yayasan bekerja sama dengan tenaga ahli konservasi.

Salah satu cerita menarik yang jarang diketahui adalah bahwa rumah ini bukan hanya menjadi tempat tinggal HOS Cokroaminoto. Namun sejumlah aktivis dan tokoh pergerakan seperti Bung Karno pendiri PNI, Kartosuwirjo DI/TII dan Muso Pendiri PKI juga sempat satu kos di rumah HOS  Cokroaminoto.

Setelah beliau wafat, rumah ini sempat menjadi tempat kos bagi sejumlah tokoh penting dalam sejarah Indonesia, salah satunya adalah Ir Soekarno, proklamator kemerdekaan dan presiden pertama Republik Indonesia.

Jejak kehadiran Soekarno juga dapat dirasakan di beberapa sudut museum, menambah nilai sejarah dan daya tarik tersendiri.

Dalam upaya untuk terus menghidupkan sejarah dan menjangkau berbagai kalangan, Museum HOS Cokroaminoto secara aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif. Workshop, seminar, dan diskusi sejarah diadakan di museum ini, mengundang sejarawan, akademisi, dan masyarakat umum untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan mengenai sejarah pergerakan nasional dan tokoh-tokohnya.

“Kalau untuk workshop, seminar dan lain-lain itu dulu pernah. Tapi kalau sekarang itu masih belum karena fungsinya sebagai museum dan kita mengutamakan pengunjung supaya tidak terganggu.” ucap Pak Ari sebagai Petugas.

Lantas, apa yang menjadi daya tarik utama museum ini? Selain nilai sejarahnya yang tak ternilai, Museum HOS Cokroaminoto menawarkan pengalaman otentik bagi para pengunjung.

Mereka dapat melihat langsung suasana rumah tempat tinggal seorang tokoh besar, mengamati koleksi pribadi, foto-foto langka, dan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan perjuangannya. Bagi wisatawan lokal, museum ini menjadi pengingat akan akar perjuangan bangsa, sementara bagi wisatawan mancanegara, museum ini memberikan wawasan mendalam tentang sejarah dan tokoh-tokoh penting Indonesia.

Tanggapan pengunjung terhadap pengalaman wisata di museum ini umumnya sangat positif. Mereka terkesan dengan kesederhanaan bangunan, keaslian koleksi, dan informasi yang disajikan oleh para pemandu.

Banyak pengunjung yang merasa terinspirasi oleh semangat perjuangan HOS Cokroaminoto dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sejarah bangsa.

Untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kunjungan, Museum HOS Cokroaminoto telah menjalin kerja sama dengan beberapa biro perjalanan dan platform pariwisata daring. Langkah ini diharapkan dapat memudahkan wisatawan untuk mengakses informasi dan merencanakan kunjungan ke museum.

Ke depan, Museum HOS Cokroaminoto memiliki harapan besar terhadap peran pariwisata dalam pelestarian sejarah nasional.

Diharapkan, melalui kunjungan wisatawan, kesadaran akan pentingnya sejarah dan nilai-nilai perjuangan para pahlawan dapat terus tumbuh dan menginspirasi generasi penerus bangsa. Museum ini percaya bahwa pariwisata sejarah bukan hanya sekedar rekreasi, tetapi juga merupakan sarana efektif untuk pendidikan dan penguatan identitas nasional.

Kadek Mario Souiya 
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
bung karno HOS Tjokroaminoto Kartosuwirjo Kebangkitan Nasional Muso tan malaka
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026

Kimberly Tjoa Hidupkan Sosok Aurora dalam ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Aulia Azzahra Annisa Faiha Hidupkan Sosok Dona dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Optimalisasi System Perpajakan Melalui Penerapan Coretax

27 April 2026

Sustainably Speaking, Trashy Acting: Menagih Komitmen Hijau di Lantai Expo

15 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.