Surabaya – HUT ke-47 UPT Taman Budaya Jawa Timur dimeriahkan oleh pagelaran Wayang dan Ekonomi Kreatif dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Tulungagung, Sabtu (24/05).
Banyak pengunjung telah memenuhi kursi Pendopo Jayengrana UPT Taman Budaya Jawa Timur sejak pukul 18.15 WIB.
Pagelaran ini berhasil memikat hati ratusan pengunjung baik itu secara offline maupun secara online melalui siaran langsung di kanal Youtube Cak Durasim.
Acara ini mengangkat tema Gelar Budaya dan Pameran Ekonomi Kreatif Kabupaten Tulungagung. Acara dimulai dari pukul 09.00 WIB dengan beberapa rangkaian acara yang siap dinikmati oleh pengunjung untuk segala usia.
Acara awal dimulai dengan lomba mewarnai umum dengan kategori peserta TK A dan TK B. Kemudian dilanjutkan dengan acara Panggung Hiburan yang diisi oleh beberapa sanggar tari di Jawa Timur yakni Raff Dance Community, Candhik Ayu Tama, Naraswari, Plt Bagong Kussudiardja, dan Baladewa serta penampilan Grup Angklung Delima.

Puncak acara terdapat pada pagelaran wayang kulit dengan isi cerita “Hyasa Dasawisati” yang merupakan salah satu episode dari Wiracarita Besar Mahabarata. Pagelaran wayang baru dimulai pukul 20.50 WIB setelah acara pembukaan yang dimulai pukul 18.00 WIB.
Perayaan HUT ke-47 ini menjadi komitmen Taman Budaya Jawa Timur untuk selalu melestarikan seni dan budaya lokal serta memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah Jawa Timur.
Tidak kalah dengan pagelaran wayang saja, kehadiran tenant ekonomi kreatif menjadi tempat singgah para pengunjung untuk mengetahui bagaimana keunikan dan kekayaan budaya lokal.
Para pengunjung dapat menjelajahi beragam produk khas dan unggulan dari Tulungagung, mulai dari kerajinan wayang kulit, makanan dan minuman tradisional, aksesoris dan fashion budaya.
“Alhamdullilah ini tadi Saya lihat, Saya senang karena yang lihat itu banyak dari anak muda. Entah itu tugas sekolah, kuliah atau apa pokoknya paling tidak itu yang lihat bukan hanya orang tua”, ucap Bu Eni sebagai salah satu pengunjung pada acara ini.
Antusiasme yang dirasakan oleh Bu Eni menjadi indikasi positif bahwa pelestarian seni dan budaya lokal melalui acara seperti ini membuahkan hasil yang baik.
Kolaborasi antara Taman Budaya Jawa Timur dengan DISBUDPAR Kabupaten Tulungagung berhasil menampilkan edukasi yang dikemas dengan hiburan sehingga dapat menjadi jembatan antara tradisi kebudayaan dengan generasi penerus bangsa.
Penyelenggaran acara seperti ini diharapkan agar bisa terus dilanjutkan sebagai salah satu upaya pelestarian akan kekayaan seni dan budaya serta perekonomian kreatif daerah di Indonesia
Penulis : Arron Theodore Wilson Pinaria
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

