Surabaya — Galeri Prabangkara di Taman Budaya Jawa Timur menjadi tuan rumah pameran fotografi bertajuk AKARA.
“AKARA” diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti “bentuk” atau “rupa”, mencerminkan upaya para fotografer dalam menangkap esensi budaya melalui lensa kamera.
Pameran yang berlangsung selama 3 hari mulai 21 Mei 2025 hingga 28 Mei 2025 ini menampilkan 60 karya foto dari 12 fotografer Jurnalis Jawa Timur yang mengabadikan ragam seni tradisional dari berbagai daerah di provinsi Jawa Timur.
Masing-masing karya mendokumentasikan kekayaan seni pertunjukan tradisional seperti Tari Seblang Banyuwangi, Reog Ponorogo, Ludruk Surabaya, hingga Tari Pawitra dari Mojokerto. Karya-karya tersebut tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga merefleksikan kekayaan budaya dan tradisi yang hidup di masyarakat Jawa Timur.
Selain pameran utama, kegiatan ini juga dilengkapi dengan workshop fotografi seni pertunjukan yang terbuka untuk umum.
Workshop tersebut menghadirkan fotografer profesional yang berbagi pengalaman dan teknik pengambilan gambar seni panggung, dari segi pencahayaan, sudut pandang, hingga teknik menangkap gerak.
Kurator pameran, Bahana Patria Gupta, menjelaskan bahwa “harapan terlaksananya acara ini, dari karya-karya yang ditampilkan bisa menggugah rekan sesama fotografer jurnalis maupun yang bukan foto jurnalis dapat terus mendokumentasikan kegiatan seni tradisi yang ada di wilayahnya” ujar Bahana.
Beberapa karya dicetak pada media kain, memungkinkan pengunjung untuk melihat karya dari berbagai sudut pandang.
Instalasi alat musik tradisional juga dipajang untuk memperkaya pengalaman pengunjung dan menambah konteks budaya dari karya-karya yang ditampilkan.
Menariknya, presentasi karya dalam pameran ini tidak hanya terbatas pada media kanvas atau bingkai foto konvensional. Beberapa karya dicetak di atas kain dan papan tripleks sebagai simbolisasi panggung-panggung rakyat yang sering digunakan dalam pertunjukan tradisional.
Pameran AKARA di Galeri Prabangkara menjadi bukti nyata bahwa seni fotografi dapat menjadi medium yang kuat untuk mendokumentasikan dan merayakan kekayaan budaya daerah. Melalui lensa para fotografer, pengunjung diajak untuk menyelami dan menghargai keberagaman seni pertunjukan yang menjadi bagian integral dari identitas Jawa Timur. (ted)

