Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Warkop Java Dinoyo: Rumah Kedua Mahasiswa dengan Harga Bersahabat

Warkop Java Dinoyo: Rumah Kedua Mahasiswa dengan Harga Bersahabat

Redaksi30 Mei 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto BeritaJatim.com
Mas Agung dan Mas Isnaini Karyawan Warkop Java sedang membuatkan pesanan melayani pelanggan yang ada pada saat itu, Rabu (21/05/2025). (Fotografer Angelina Putri Andika/Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS)

Surabaya – Di tengah padatnya jadwal dan tugas kuliah, mahasiswa sering kali mencari tempat yang bisa menjadi pelarian sejenak.

Tempat yang bukan hanya menyediakan makanan dan minuman terjangkau, tetapi juga suasana yang nyaman dan bersahabat. Salah satu tempat yang memenuhi kriteria itu di Surabaya adalah Warkop Java di Jalan Dinoyo.

Warkop Java muncul sebagai tempat favorit mahasiswa dari berbagai kampus. Dengan suasana santai, harga yang terjangkau, dan pelayanan yang ramah menjadikan tempat tongkrongan dalam keseharian mahasiswa.

Beda Prasetya selaku mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, menyebutkan bahwa Java sebagai “rumah ke-duanya”.

Ia mengaku hampir setiap hari datang ke Warkop Java baik untuk bersantai, mengerjakan tugas, maupun berkumpul bersama teman-teman.

“Tempatnya enak, harganya standar mahasiswa, dan orang-orangnya ramah. Sudah kayak rumah sendiri. Bahkan saya pernah ketiduran di sini waktu ngerjain tugas” ujar Beda sambil tersenyum, Kamis (29/5/2025).

Sementara itu, Gebi Adityasi yakni mahasiswa semester 2 Hubungan Internasional di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), mengungkapkan bahwa ia pertama kali datang ke Warkop Java karena diajak temannya.

Namun sejak saat itu, ia merasa cocok dan akhirnya menjadi pelanggan tetap. “Setiap pulang kuliah biasanya mampir ke sini. Java itu rame, tapi ramainya enak. Orang-orangnya juga ramah, yang jaga juga bisa diajak ngobrol dan bercanda” katanya.

Warkop Java memang dikenal dengan lingkungannya yang terbuka dan bersahabat. Suasana akrab antara pengunjung dan penjaga warkop menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan di tempat lain.

Menurut Agung selaku pegawai di Warkop Java menyatakan hal ini menjadi kekuatan utama dari Warkop Java. “Mahasiswa suka karena merasa diterima di sini. Mau nongkrong, ngerjain tugas, atau cuma numpang WiFi semuanya bisa” ungkapnya.

Fasilitas yang tersedia di Warkop Java cukup mendukung aktivitas mahasiswa. Misalnya ketersediaan WiFi, stopkontak, toilet, dan lahan parkir.

Namun  beberapa pengunjung menyampaikan masukan seperti kipas angin yang kurang dan atap yang bocor saat hujan mengguyur dengan deras.

“Kalau siang panas banget, kipasnya kurang. Terus kalau hujan atapnya bocor jadi harus pindah tempat duduk” ujar Beda.

Menu yang ditawarkan pun bervariasi dan unik. Minuman seperti “joshua” dan kopi Java Arabica jadi andalan. Makanan seperti mie campur rendang sering kali dipesan oleh mahasiswa.

Warkop Java memberikan kebebasan berkreasi kepada pelanggannya seperti mencampur pesanan makanan atau minuman sesuai selera. “Saya kadang minta nutrisari dicampur kopi. Bisa, tinggal bilang saja. Di tempat lain nggak bisa begitu” jelas Gebi.

Dari sisi operasional, Warkop Java mencatat penghasilan yang cukup stabil. Menurut Agung rata-rata penghasilan harian bisa mencapai Rp500 ribu di pagi dan malam hari.

“Kalau akhir pekan atau pas puasa malah rame terus. Mahasiswa datang silih berganti jadi pengunjungnya nggak pernah sepi” ujarnya.

Meski belum sempurna dari segi fasilitas, Warkop Java telah sukses membangun suasana yang nyaman dan bersahabat bagi mahasiswa serta rasa saling memiliki. Tempat ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk menjadi diri sendiri.

Dengan adanya kelebihan tersebut pengunjung tidak ragu merekomendasikan Warkop Java kepada teman-temannya. “Kalau sore tempat ini syahdu banget. Cocok buat ngobrol santai” tutup Beda.

Penulis: Gracia Metta Ongkowidjojo 
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Jalan Dinoyo Surabaya warung kopi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026

Kimberly Tjoa Hidupkan Sosok Aurora dalam ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Aulia Azzahra Annisa Faiha Hidupkan Sosok Dona dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Optimalisasi System Perpajakan Melalui Penerapan Coretax

27 April 2026

Sustainably Speaking, Trashy Acting: Menagih Komitmen Hijau di Lantai Expo

15 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.