Surabaya – Event Wasik Senja dimeriahkan oleh para band-band lokal, salahsatunya adalah The Joo’s. Band surf rock asal Ketintang tersebut turut memeriahkan acara tersebut dengan membawa lagu perdana mereka “Yajuj Majuj”.
Acara yang bertajuk Step of Sounds ini diselenggarakan dalam rangka hari jadi Kota Surabaya pada tanggal 31 Mei 2025.
Acara dimulai pada pukul 12.00, namun sempat terjadi jeda sedikit dikarenakan hujan yang mulai turun. The Joo’s yang semulanya dijadwalkan tampil pukul 13.35, menjadi mundur dan mulai naik panggung pada pukul 14.40 karena hujan.
Guest star yang turut memeriahkan Wajik Senja diantaranya Dj Hafizhdin, Overcloud, Shama Music, Eltikei, Mirelle G Edith, The Marsoedi, Viper, Pamlax, Jazz in Gresik, Frida Nabila, Mega Snake, dan Merah. Acara tersebut dibintangi oleh Fajar Adi Nugroho, Alvin Klod, dan Andre Dinuth.
Melalui acara tersebut, The Joo’s memeriahkannya dengan membawakan beberapa lagu, salahsatunya adalah Yajuj Majuj. Band surf rock asal Ketintang itu mengungkapkan bahwa lagu tersebut merupakan lagu pertama yang mereka rilis.
Membahas lebih lanjut mengenai lagu Yajuj Majuj, Cim (Vokalis) mengungkapkan seluk-beluk lagu tersebut dibentuk.
“Jadi sebenernya lagu Yajuj Majuj itu draft laguku dulu yang aku bikin iseng-iseng (buat project solo), tapi kemudian keburu aku pamerin ke Bima (bassist). Trus akhirnya dia berpendapat kalo lagu ini itu, lirik dan melodinya desperate banget. Kayak mau kiamat gitu. Dari kiamat itu akhirnya ketemulah judul lagunya Yajuj Majuj, karena diliriknya Yajuj Majuj itu ada makhluk yang bersembunyi dibalik tembok, lalu pada akhir zaman, keluar untuk menyerbu manusia”, ungkap vokalis band surfrock tersebut tentang lagu Yajuj Majuj, Sabtu (31/5/2025).
Cim juga mengungkapkan bahwa dalam memproduksi lagu Yajuj Majuj, setidaknya memakan waktu 3 bulan. Melpin (drummer) dan Roy (gitarist) juga menambahkan bahwa produksi lagu Yajuj Majuj merupakan pengalaman berkesan baginya.
“Kalo dari kita berdua, kita itu bisa kumpul lebih intimate gitu, karena biasanya kita jarang-jarang kumpul bareng, atau mungkin hanya sekedar nongkrong. Kalo ini tuh ngumpulnya sambil mbahas lagu, ngulik lagu, dan yang paling seru tuh kita nginep bareng buat proses produksi lagu itu”, tambah Melpin dan Roy mengungkapkan hal yang berkesan selama proses produksi lagu Yajuj Majuj.

Yajuj Majuj menjadi “pintu pembuka” lagu-lagu yang akan rilis oleh The Joo’s kedepannya. Cim dan kawan-kawan berencana akan merilis mini album yang berisikan 6 lagu. The Joo’s juga merencanakan strategi promosi dalam rangka memperkenalkan lagu-lagu baru mereka melalui showcase musik atau tour di area Surabaya dan sekitarnya.
“Rencana kita setelah ini yaitu merilis EP (Extended Play) atau mini album, lalu sebagai langkah untuk promosi kita akan mengadakan showcase musik untuk EP ini. Rencana awalnya masih di area Surabaya dan sekitarnya, tapi pengennya lebih luas lagi, supaya lagu-lagu di EP kita ini terdengar oleh banyak orang”, ujar Cim menanggapi langkah yang akan diambil The Joo’s setelah ini.
Terakhir, Cim dan kawan-kawan memberikan salam hangat kepada para Nelayans (sebutan untuk penggemar The Joo’s) sebagai bentuk ungkapan terimakasih sebesar-besarnya telah mendukung band surf rock tersebut.
“Jangan lupa dengerin The Joo’s tiap hari, karena baik untuk kesehatan otak. Tetep support Joo’s terus supaya kita bisa belajar dan berkembang bersama dan doakan kami bisa besar aminn”,
“Pokoknya ombak dan arus yang dialami The Joo’s, kalian harus tetep support kami kedepannya”,
“Tetaplah menjadi Nelayans yang tetap berlayar saat hujan badai menerjang”,
Begitu kata Cim, Melpin, dan Roy menutup pembicaraan terkait lagu Yajuj Majuj dan harapan untuk band surf rock itu kedepannya.
Penulis: R. Josaphat B. N. B
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

