Kegiatan dimulai tepat pukul 07.00 WIB di aula sekolah. Sebanyak 42 siswa tampak antusias mengikuti seminar yang disampaikan secara interaktif oleh dua mahasiswa Universitas Airlangga, yaitu Muhammad Arifin Dzikran (mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) dan Nydia Yuliana Lembong (mahasiswa S1 Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya).
Keduanya tampil percaya diri menyampaikan materi PHBS dengan bahasa yang ringan, disesuaikan dengan usia peserta yang masih sangat muda.
Seminar ini dirancang bukan sekadar ceramah satu arah, melainkan mengajak siswa untuk terlibat langsung melalui berbagai metode yang menyenangkan.
Pemutaran video edukatif mengenai pentingnya mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, dan menggosok gigi yang benar menjadi pembuka yang menarik. Tak berhenti di situ, anak-anak diajak bernyanyi bersama lagu tentang sikat gigi yang diiringi gerakan sederhana, membuat suasana semakin hidup.
Puncak kegiatan adalah demonstrasi cara menyikat gigi yang baik dan benar. Dengan menggunakan alat peraga, pemateri memperagakan teknik menyikat gigi diiringi lagu sambil menjelaskan waktu dan frekuensi yang tepat untuk menjaga kesehatan mulut.
Anak-anak pun diminta mempraktikkan secara langsung, menciptakan suasana belajar sambil bermain yang sangat menyenangkan.
Tak ketinggalan, sesi kuis berhadiah pun menjadi favorit para siswa. Pertanyaan-pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan dilontarkan kepada peserta, dan mereka yang bisa menjawab dengan benar mendapatkan hadiah menarik. Sorak-sorai dan semangat peserta membuat acara berlangsung meriah namun tetap sarat makna edukatif.
Acara ini turut dihadiri oleh Hj. Sri Sumarli, Kepala Desa sekaligus Bunda PAUD Tamiajeng. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kegiatan ini dan menyampaikan bahwa pendidikan perilaku hidup bersih dan sehat harus dimulai sejak dini.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Anak-anak kita harus dibekali bukan hanya dengan ilmu pelajaran, tapi juga kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan mereka sendiri,” ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SDN Tamiajeng beserta wali kelas 1 dan 2 serta staf sekolah membantu menyediakan tempat, peralatan teknis seperti sound system, proyektor, dan keperluan lainnya, memastikan acara berjalan lancar dan nyaman untuk semua peserta.
Kegiatan seminar PHBS ini diharapkan menjadi awal dari perubahan kecil namun berdampak besar di lingkungan sekolah dan rumah masing-masing siswa.
Para orang tua dan guru diharapkan bisa melanjutkan edukasi ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai PHBS tidak hanya menjadi materi seminar, melainkan gaya hidup anak-anak Tamiajeng. (ted)

