Ngawi- Semangat kemandirian berawal di Dusun Watugudel, Desa Pitu. Pagi itu, Kamis (20/11) pukul 08.15 WIB, Kantor Kecamatan Pitu menyaksikan sebuah langkah progresif dalam Program Keluarga Harapan (PKH).
Kasi Kesejahteraan Kecamatan Pitu, Noor Soemadijo didampingi Devik Susiani, SDM-PKH, bergegas menuju kediaman Isnawati di RT/RW 02/03, Dusun Watugudel.
Kunjungan ini memiliki misi penting: menindaklanjuti usulan “kelulusan” atau yang lebih dikenal sebagai Graduasi Mandiri dari PKH.
Ibu Muda Ulet yang Jadi Inspirasi
Isnawati bukanlah sosok biasa. Ibu muda ini dikenal ulet, berhasil menyeimbangkan peran sebagai ibu rumah tangga dengan menjalankan usaha warung di kantin sekolah, yang letaknya tak jauh dari rumahnya.
Setelah menjadi Penerima Manfaat (PM) PKH selama kurang lebih 7 tahun sejak 2018, Isnawati mengambil keputusan berani dan inspiratif.
Ia menjadi orang pertama yang secara sukarela dan sadar mengajukan pengunduran diri dari program bantuan sosial tersebut.
”Saat ini saya mengajukan pengunduran diri sebagai penerima manfaat dari program pemerintah, dan semoga ada isnawati-isnawati lain yang mengikuti jejak seperti saya,” ungkap Isnawati dengan penuh harap.

Dukungan Penuh untuk Kemandirian
Keputusan Isnawati mendapat apresiasi penuh dari fasilitator. Noor Soemadijo, Kasi Kesos Kecamatan Pitu, sangat menghargai langkah Isnawati sebagai wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah, yaitu Graduasi.
”Semoga upaya yang dilakukan tersebut menjadi contoh bagi yang lain dan sadar bahwa bantuan yang selama ini diterima bukanlah tak berujung, namun ada waktunya,” tegas Kasi Kesos Kecamatan Pitu saat mengakhiri kunjungannya.
Langkah Isnawati menjadi trigger positif, menandakan keberhasilan program dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Kecamatan Pitu berharap dapat segera menindaklanjuti dan menginspirasi PM lain untuk mengikuti jejak kemandirian Isnawati di masa mendatang. (ted)
Noor Soemadijo
Kasi Kesos-Kecamatan Pitu

