Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Menanam Disiplin Sejak Dini, Mahasiswi Unesa Latih Paskibra di SDN Bulak Banteng Surabaya

Menanam Disiplin Sejak Dini, Mahasiswi Unesa Latih Paskibra di SDN Bulak Banteng Surabaya

Salsabila Ramadhani Arbie27 November 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Salsabila Ramadhani Arbie, mahasiswi semester tujuh yang saat ini aktif menjadi pelatih Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di SDN Bulak Banteng Surabaya.

Surabaya – Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, seorang mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tetap meluangkan waktu untuk mengabdi di dunia pendidikan.

Ia adalah Salsabila Ramadhani Arbie, mahasiswi semester tujuh yang saat ini aktif menjadi pelatih Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di SDN Bulak Banteng Surabaya.

Kegiatan yang dijalani Salsabila berawal dari kecintaannya terhadap dunia Paskibra sejak duduk di bangku SMP. Baginya, Paskibra bukan hanya soal baris-berbaris dan kedisiplinan, melainkan juga wadah untuk menanamkan nilai karakter kepada peserta didik sejak usia dini.

“Saya ingin anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, dan menghargai waktu. Nilai-nilai itu penting dibentuk sejak mereka masih kecil,” ujarnya saat ditemui usai sesi latihan di lapangan sekolah, Sabtu (1/11/2025).

Sebagai pelatih di tingkat sekolah dasar, Salsabila menghadapi tantangan tersendiri. Anak-anak cenderung cepat bosan dan membutuhkan pendekatan yang berbeda dari peserta didik tingkat menengah. Untuk itu, ia mengkombinasikan latihan dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan agar suasana tetap kondusif.

“Saya harus kreatif.Kadang latihan diselingi permainan atau motivasi ringan. Tujuannya supaya mereka tetap bersemangat dan menikmati prosesnya,” jelasnya.

Meski tetap menegakkan disiplin, Salsabila berusaha menghadirkan sosok pelatih yang dekat dengan peserta didiknya. Ia percaya, kedekatan emosional menjadi kunci agar pesan-pesan kedisiplinan lebih mudah diterima oleh anak-anak.

“Saya keras saat latihan, tapi di luar itu saya berusaha jadi tempat mereka bercerita. Supaya mereka tahu, disiplin itu bukan berarti galak, tapi peduli,” tambahnya.

Sebagai mahasiswi semester tujuh, Salsabila juga tengah disibukkan dengan tugas akhir dan kegiatan akademik lainnya. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk tetap melatih. Ia menilai bahwa pengalaman menjadi pelatih Paskibra memberikan pelajaran berharga tentang kepemimpinan dan manajemen waktu.

“Saya belajar banyak dari anak-anak. Mereka mengingatkan saya tentang arti konsistensi dan kesabaran,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Paskibra di SDN Bulak Banteng, Salsabila berharap dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan tanggung jawab di kalangan peserta didik. Ia meyakini bahwa nilai-nilai tersebut dapat menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

“Upacara bendera bukan sekadar rutinitas. Di sana ada makna penghormatan dan kebanggaan terhadap bangsa. Itulah yang ingin saya tanamkan kepada mereka,” tuturnya.

Dedikasi Salsabila Ramadhani Arbie menjadi bukti bahwa semangat mengabdi dapat dimulai dari mana saja, bahkan di tengah kesibukan sebagai mahasiswa. Melalui langkah-langkah kecil di lapangan SDN Bulak Banteng, ia turut menegakkan nilai-nilai disiplin dan cinta tanah air di hati generasi muda. (ted)

Salsabila Ramadhani Arbie
Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Negeri Surabaya

 

Unesa Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026

Kimberly Tjoa Hidupkan Sosok Aurora dalam ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Aulia Azzahra Annisa Faiha Hidupkan Sosok Dona dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Optimalisasi System Perpajakan Melalui Penerapan Coretax

27 April 2026

Sustainably Speaking, Trashy Acting: Menagih Komitmen Hijau di Lantai Expo

15 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.