Surabaya (beritajatim.id) – Menjelang perayaan Natal 2025, suasana di Pasar Atom Surabaya mulai kembali terasa hidup.
Salah satu toko dekorasi yang menjadi tujuan utama pelanggan setiap musim hari raya adalah Toko Sejahtera, yang tahun ini kembali dibanjiri pengunjung. Fenomena ini menarik, mengingat beberapa tahun terakhir toko-toko konvensional menghadapi tantangan besar dari maraknya platform belanja online.
Untuk mengetahui bagaimana kondisi penjualan jelang Natal, beritajatim.id mewawancarai Dimas Adi Wijaya, Kepala Toko Sejahtera. Dimas menyampaikan bahwa tahun ini jumlah pengunjung mengalami peningkatan signifikan dibanding Natal 2024.
Ia menilai naiknya antusiasme masyarakat tidak hanya karena kebutuhan dekorasi, tetapi juga karena berbagai program promo yang diberikan manajemen Pasar Atom.
“Untuk pengunjung di tahun ini cukup ramai dibandingkan tahun lalu. Mungkin karena promo-
promo dari Pasar Atom sendiri juga banyak, jadi lebih menarik customer,” ujarnya.
Di tengah tren berbelanja online yang terus naik, keberadaan marketplace seperti Shopee
hingga TikTok Shop tentu menjadi tantangan tambahan bagi pelaku usaha di pasar tradisional.
Namun Dimas mengungkapkan bahwa dampaknya terhadap penjualan di tokonya tidak terlalu
besar.
“Pengaruhnya pasti ada ya, tapi nggak begitu banyak, karena kita juga sendiri ada toko online-
nya juga,” jelasnya.
Keramaian di Toko Sejahtera Pasar Atom, Surabaya
Menurutnya, Toko Sejahtera sudah memiliki basis pelanggan loyal sejak berdiri lebih dari 10 tahun lalu. Ketika memasuki musim perayaan seperti Natal dan Imlek, para pelanggan tersebut tetap memilih datang langsung untuk melihat produk secara fisik dan memastikan kualitasnya.
Untuk mempertahankan loyalitas konsumen dan menarik pembeli baru, Dimas mengatakan
bahwa pihak toko menerapkan strategi yang cukup sederhana namun efektif. Selain memanfaatkan toko online, mereka aktif menjangkau pelanggan lama melalui pesan pribadi serta melakukan promosi melalui berbagai media.
“Kita banyak customer lama, jadi tinggal kita chat. Selain itu kita juga promosi ke radio-radio
dan pasar mall,” tuturnya.

Tak hanya dari sisi pedagang, antusiasme pengunjung juga terlihat jelas. Salah satu pembeli, Vajra Vidya B.A., S.Kom., M.Kom, tampak mengenakan atribut Santa saat berbelanja. Ia mengaku datang langsung ke Toko Sejahtera karena ingin memastikan kualitas barang yang dibeli.
“Kalau toko online itu saya sering bandingin harga, tapi kita nggak bisa lihat size-nya dan nggak bisa langsung coba. Di toko offline seperti ini kita bisa cek bahan dan fit-nya,” ujarnya.
Vajra menambahkan bahwa tahun ini banyak pembeli mencari aksesori sederhana seperti topi dan bando bertema Natal yang mudah dipadukan dengan berbagai acara. Menurutnya, kelengkapan barang di Toko Sejahtera menjadi alasan mengapa toko itu tetap ramai. “Untuk setiap event, Toko Sejahtera ini pasti ramai karena barangnya lengkap,” katanya.
Di tengah maraknya persaingan dengan berbagai platform belanja digital, kondisi Toko Sejahtera menunjukkan bahwa toko fisik tetap memiliki peran penting, terutama bagi pelanggan yang mengutamakan pengalaman langsung dalam memilih barang.
Menutup pembicaraan, Dimas menyampaikan harapannya menjelang Natal tahun ini. Ia berharap seluruh tim dan pelanggan diberi kesehatan serta kelancaran rezeki, dan berharap tren positif ini dapat berlangsung hingga libur akhir tahun.
Fenomena meningkatnya pengunjung di toko dekorasi seperti Toko Sejahtera menunjukkan bahwa di tengah dominasi platform belanja digital, toko fisik tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Terutama ketika berbicara tentang momen spesial seperti Natal, pengalaman berbelanja langsung masih memberikan kehangatan tersendiri bagi para pelanggan.
Chelsea Angelica
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya

