Surabaya – Dalam rangka melaksanakan MPLS Ramah 2026, SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang ajak siswa baru untuk mengenal lingkungan dan nilai-nilai sekolah dengan kegiatan edukatif yang mampu menumbuhkan kedisiplinan serta kekeluargaan.
Kegiatan edukatif ini diberi nama “WANI JADI KELUARGA, MISI KEBERSAMAAN”. “WANI” yang merupakan akronim dari “Wujudkan Aksi Nyata Inspiratif” mengajak siswa baru untuk melakukan tiga kegiatan yaitu mewawancarai guru, membantu petugas kebersihan untuk membersihkan area sekolah, serta menanam tanaman.
Kepala Sekolah SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Maria Lisnawati mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dalam mengenai lingkungan sekolah yaitu dengan guru dan petugas kebersihan.
“Dengan mewawancarai satu guru harapannya murid-murid nanti ketika mulai belajar itu sudah mengenal guru yang akan mengajar mereka. Kemudian yang membantu petugas kebersihan supaya mereka memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar,“kata Maria Lisnawati, Kamis (16/7/2026).
Disamping itu, misi menanam tanaman juga merupakan implementasi Laudato Si yang diserukan oleh Paus Fransiskus sebagai ajakan untuk peduli dengan alam.
“Misi menanam tanaman adalah wujud dari Laudato Si, bahwa kerindangan atau menanam pohon adalah bagian dari menjaga lingkungan.” sambung Ibu Maria Lisnawati.
Kegiatan ini sangat disambut baik oleh siswa baru karena dapat membuat mereka dengan mudah mengenal teman baru, warga sekolah, dan lingkungan sekolah juga dapat menumbuhkan kesadaran akan lingkungan, kekeluargaan, dan solidaritas.

Nilai-nilai yang diterapkan di kegiatan ini menjadi hal yang penting ditanamkan kepada siswa sejak pertama masuk di sekolah.
“Nilai kepedulian, pembentukan karakter, mengenali profil dari guru dan karyawan agar mereka memaknainya selama proses pembelajaran nanti bahwa guru dan karyawan ini yang mendampingi murid-murid selama di sekolah. “ ujar Bapak Sandra, Ketua MPLS Ramah 2026 SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang.
Harapannya dengan adanya kegiatan ini murid-murid tumbuh dan belajar bukan hanya di Sekolah juga membiasakan kemandirian dan peduli dengan lingkungan.
“Harapannya bahwa mereka itu tumbuh dan belajar bukan hanya di Sekolah. Membiasakan untuk membantu perihal kebersihan di rumah untuk melatih kemandirian, dan belajar peduli dengan lingkungan. Sehingga bukan hanya belajar teori saja. “ ujar Ibu Maria Lisnawati. (*/mg)
Benedicta Mauren Erwani Prima Adventia
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

