Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

Ajisman Saleh19 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Rupiah Vs Dolar
Rupiah Naik Turun terhadap Dolar AS. FOTO: AI ChatGPT
Pagi ini rupiah berada di posisi Rp 17.823/USD, ada sedikit pelemahan di banding kemaren, namun masih berkisar di sekitar itu, naik turun nya sedikit, belum ada usaha yang bisa membuat rupiah menguat minimal sama dengan waktu sebelum pelemahan kemaren, karena memang biasanya begitu, dulu pada masa Jokowi rupiah melemah tidak bisa menguat ke posisi awal sebelum melemah, artinya apa yang dilakukan pemerintah bukanlah menguatkan rupiah, ini membuktikan tidak ada yang mengerti kenapa rupiah melemah.
Sebenarnya pelemahan rupiah itu sederhana saja masalahnya, ketika harga naik maka rupiah akan melemah, apa lagi harga naik hanya di Indonesia saja, karena uang itu hanya alat rukar saja nilainya sangat di tentukan oleh harga sebagai contoh harga beras Rp 10.000/kg kemudian naik menjadi Rp 12.000/kg, itu akan membuat nilai uang akan turun karena dengan uang Rp 10.000 tidak bisa lagi mendapatkan beras 1 kg, untuk mendapatkan beras 1 kg harus menggunakan uang Rp 12.000 itu artinya uang 10.000 sama nilainya dengan 12.000 setelah kenaikan harga.
Harga itu sama seperti permukaan air, jika satu sisi naik maka semua sisi akan ikit naik, jika semua harga naik maka otomatis nilai tukar rupiah akan melemah, makanya selalu saya bilang harga menentukan masa depan bangsa, jika ingin bangsa ini maju, mwngilangkan pengangguran dan kemiskian maka harga lah yang harus kita perhatikan.
Selama ini harga di negeri kita selalu naik dari waktu ke waktu, ketika harga sawit turun semua petani sawit minta agar harga sawit naik lagi, jika petani sawit tidak mau harga sawit turun tentu petani padi tidak mau juga harga beras turun, petani sayur juga tidak mau harga sayur turun, nelayan tidak mau harga ikan turun, senua tidak ada yang mau harga turun, itu artinya semua maayarakat berharap harga selalu naik, makanya harga di negri ini selalu naik, akibatnya nilai rupiah akan selalu melemah.
Semua itu akibat pola pengelolaan kekayaan alam seperti pertanian, peternakan, perkebunan, nelayan dll di kelola secara tradisional, semua punya lahan, olah sendiri, tanam sendiri, lalu panen sendiri dan jual sendiri, karena seperti itu maka hasilnya sedikit, jika ingin uang lebih banyak maka harga yabg selalu di naikan, ini yang terjadi semenjak Indonesia merdeka, bahkan di masa orde baru semua itu sangat di kedepankan, sampai ada Istilah TANI Tiang Agung Negara Indonesia.
Ini yang harus di robah pemerintah kedepannya jika mau negeri ini kaya, pengangguran dan kemiskinan bisa di atasi, pemerintah harus merobah semua program kemiskinan seperti PKH, BLT, program ketanan pangan, Kopdes merah putih MBG dll, karena semua program itu tidak akan pernah bisa menyelasaikan persoalan kemiskinan di negeri ini, semua itu hanya menghabiskan anggaran dan ujungnya terjadi Korupsi, pemeeintah harus mengalihkan anggaran dana iti untuk membuat tiga kebijakan, yang nantinya jika hal ini dilakukan akan menghilangkan pengangguran, kemiskinan dan menguatkan nilai tukar rupiah.
Adapun tiga kebijakan itu adalah :
1. Naikan anggaran belanja pegawai agar pemerintah bisa mengangkat semua honorer, P3K, P3K paroh waktu menjadi PNS, jika semua itu jadi PNS maka mereka akan sejahtera, dengan sejahteranya mereka maka daya beli akan meningkat, sehingga kebituhan akan meningkat, jika kebutuhan meningkat tentu produksi juga akan meningkat, itu akan membuat dunia usaha akan berkembang dengan baik, sehingga lapangan kerja juga akan terbuka, dengan begitu maka pengangguran akan berkurang dan kemiskinan juga akan berkurang
Pemerintah fokus mensejahterakan PNS, TNI polri dan yang bekerja sama pemerintah, tidak perlu di pikirkan yang lain, perusahaan juga fikus sejahterakan karyawannya, jika semua orang yang bekerja sejahtera maka daya beli akan meningkat, peningkatan daya beli akan membuat produksi akan meningkat, usaha akan maju dan berkembang dengan baik sehingga lapangan kerja akan banyak terbuka, pengangguran akan hilang dengan sendirinya, kemiskinan juga akan hilang.
2. Naikan anggaran subsidi yang berkaitan dengan harga seperti subsidi BBM, gas, listrik dll, terutama subsidi BBM, karena BBM ini sangat berpengaruh pada harga, tidak istilah subsidi BBM yang tidak tepat sasaran, karena subsidi BBM itu adalah untuk mengontrol harga, jika harga tetap maka harga lainnya juga akan tetap, dengan tetapnya harga maka nilai tukar rupiah juga akan tetap.
Selama ini pemrintah selalu bilang subsidi BBM tidak tepat sasaran, sehingga di robah2 lah pelaksanaannya sampai2 ada pembatasan penggunaan subsidi BBM tersebut, bahkan harga BBM sering naik itulah yang menyebabkan harga juga selalu naik akibatnya rupiah juga selalu melemah. Kedepannya pemerintah harus fokus dengan subsidi BBM agar harga BBM tidak naik, apapun yang terjadi BBM jangan sampai naik.
3. Kembali ke UUD 1945 pasal 33 ayat 3.
Selama ini tanah dan lahan itu bisa di miliki dan bisa di perjual belikan, sehingga tanah dan lahan jadi berharga, semua punya lahan akibatnya pola tradidional yang selalu di kedepankan dalam pengelolaan kekayaan alam seperti pertanian, perkebunan, peternakan, nelayan dll, semua punya lahan olah sendiri, akibanya hasil sedikit, lalu mau harga mahal.
Kedepnnya semua kekayaan alam harus di olah oleh pemrintah, pemerintah melalui dinas seperti dinas pertanian mengolah pertanian, dinas perkebunan mengola perkebunan, dinas peternakan mengola peternakan dll, di angkat serjana2 yang berkaitan dengan itu, dibeli peralatan modern, dengan begitu tentu hasilnya akan sangat banyak. Indonsia akan menjadi penghasil pangan terbesar di dunia bahkan Indonesia akan menjadi LUMBUNG PANGAN DUNIA.
Ini sangat erat kaitannya dengan kebijakan 1 dan 2 di atas, jika PNS, TNI, Polri dan orang yang bekerja pada pemerintah, serta karyawan sawata sejahtera maka itu akan membuat daya beli meningkat, usaha akan maju dan berkembang, sehingga lapangan kerja banyak terbuka, apa lagi dengan turunnya harga akan semakin tinggi daya beli masyarakat, usaha akan berkembang dengan pesat, lapangan kerja akan terbuka di mana2 sehigga pengangguran akan hilang, kemiskinan juga akan hilang.
Pemerintah semua yang akan menyediakan kebutuhan pangan di negri ini, pemerintah yang menentukan harganya, tidak ada lagi masyarakat yang minta agar harga mahal, jika begini pemerintah bisa menenapkan harga sesuai kondisi yang ada bahkan harga bisa berkisar antara Rp 1.000 sd Rp 5.000 saja, contoh harga beras Rp 1.200/kg, harga ikan Rp 2.500 sd Rp 3.500/kg, harga cabe Rp 8.000/kg, harga sayur Rp 500 sd Rp 1.000/ikat, dengan begitu maka harga gula Rp 1.300/kg, harga Minyak goreng Rp 1.500/kg, jika harga bisa seperti itu maka rupiah akan berada di posisi Rp 1.000/USD.
Dengan harga kebutuhan seperti itu akan membuat harga mobil sepeda motor, televisi dll juga akan murah, harga mobil yang mahal seperti Portuner dan Pajero sport juga berkisar antara Rp 50.000.000 sd Rp 70.000.000, sepeda motor hanya Rp 2.500.000 sd Rp 3.500.000, sehingga kreditnya juga akan murah, dengan harga murah seperi itu maka gaji Rp 3.000.000 sd Rp 4.000.000/bulan bisa beli mobil dll, artinya dari gaji semua bisa di penuhi, tentu dengan begitu koruopsi juga bisa di kurangi, karena orang akan hidup dengan sejahtera, cukup bekerja semua kebutuban bisa di penuhi.
Ajisman Saleh
FB: https://www.facebook.com/ajisman.saleh
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Di Atas Polemik, Reog Harus Tetap Menjadi Pemenang

18 Juni 2026

Main Hakim Sendiri Bukan Syariat dan Bukan Hukum

18 Juni 2026

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026

Kimberly Tjoa Hidupkan Sosok Aurora dalam ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Aulia Azzahra Annisa Faiha Hidupkan Sosok Dona dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Harga dan Rupiah ‘Naik’, Ini Solusi Yang Harus Pemerintah Lakukan

19 Juni 2026

Di Atas Polemik, Reog Harus Tetap Menjadi Pemenang

18 Juni 2026

Main Hakim Sendiri Bukan Syariat dan Bukan Hukum

18 Juni 2026

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.