Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Dosen UM Lakukan Pengabdian Masyarakat Melalui Pelatihan Pengembangan Modul Ajar Berbasis TPACK di SDN Madyopuro 01 Malang

Dosen UM Lakukan Pengabdian Masyarakat Melalui Pelatihan Pengembangan Modul Ajar Berbasis TPACK di SDN Madyopuro 01 Malang

Agathon Agnar30 April 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Malang (beritajatim.com) – Dosen dari Program Studi S2 Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pelatihan Pengembangan Modul Ajar Berbasis TPACK pada Kurikulum Merdeka” di SDN Madyopuro 01 Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru yang antusias untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam pengembangan modul ajar berbasis TPACK dalam implementasi Kurikulum Merdeka. (30/04/2024)

Acara ini dihadiri oleh para dosen Program Studi S2 Pendidikan Dasar yang tergabung dalam Tim Pengabdian kepada Masyarakat, yaitu Dr. Radeni Sukma Indra Dewi, M.Pd., Dr. Shirly Rizki Kusumaningrum, M.Pd., Dr. Riska Pristiani, M.Pd., dan Dr. Ade Eka Anggraini, M.Pd. Kegiatan ini juga dihadiri oleh mahasiswa yaitu Lia Nur Atiqoh Bella Dina dan Safitri Wulandari. Acara dibuka oleh Kepala Sekolah SDN Madyopuro 1 yaitu Ibu Enik Sunarsih, S.Pd. M.Pd. Beliau sangat antusias dan menyambut baik terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari UM ini.

Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Radeni Sukma Indra Dewi, M.Pd., membuka acara dengan membahas tentang pentingnya seorang pendidik dapat terlatih dalam pemakaian teknologi sebagai alat pembelajaran serta bagaimana mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam kurikulum secara efektif. Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru dapat memahami konsep TPACK, menguasai keterampilan teknis yang dibutuhkan, dan mampu menyusun modul ajar yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.

Narasumber Bapak Ali Mashudi, S.Pd. memaparkan materi pada workshop intensif dimana guru-guru SDN Madyopuro 1 berkolaborasi untuk menghasilkan ide-ide kreatif dalam mengembangkan modul ajar berbasis TPACK. Pada tahapan workshop ini guru-guru dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan didampingi oleh tim pengabdian dalam proses pengembangan modul. Setiap kelompok bertugas merancang dan mengembangkan modul ajar yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Tim pengabdian memberikan bimbingan serta umpan balik selama proses pengembangan, memastikan bahwa modul yang dihasilkan memadukan elemen teknologi, pedagogi, dan konten dengan baik.

Workshop ini dirancang untuk memotivasi guru agar lebih kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran yang menarik dan relevan bagi siswa. Pada kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi modul ajar berbasis TPACK yang berdiferensiasi baik dari tingkat kognitif siswa maupun gaya belajar siswa. Selanjutnya barulah guru yang ada di SDN Madyopuro 01 Kota malang dikelompokkan kecil untuk praktek pembuatannya.

Kegiatan PkM ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan guru dalam meningkatkan kompetensi guru dalam memadukan teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran. Melalui serangkaian kegiatan pelatihan, mulai dari pengenalan konsep TPACK hingga workshop pengembangan modul ajar, para guru dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru mampu mengembangkan modul ajar berbasis TPACK secara mandiri, yang tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar siswa.

Selain peningkatan kompetensi guru, kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah modul ajar berbasis TPACK yang siap digunakan. Total sebanyak 12 modul ajar berhasil dikembangkan selama pelatihan, yang masing-masing telah dievaluasi dan disempurnakan berdasarkan masukan dari sesi evaluasi. Modul-modul ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi standar Kurikulum Merdeka, tetapi juga untuk menarik minat siswa dalam belajar melalui penggunaan media yang interaktif dan menarik.

Luaran berupa modul ajar yang siap digunakan dan peningkatan motivasi serta keterlibatan guru menjadi bukti bahwa pengintegrasian teknologi dalam pendidikan dapat dilakukan secara efektif dengan pendekatan yang tepat. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi secara signifikan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Madyopuro 01 Kota Malang, mendukung terciptanya lingkungan belajar yang adaptif dandan responsif terhadap perkembangan zaman.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bukti nyata komitmen Program Studi S2 Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang dalam mendukung guru-guru dalam mengembangkan modul ajar berbasis TPACK, khususnya pada sekolah Dasar di Kota Malang. Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat maka diharapkan kualitas perencanaan pembelajaran dapat meningkat dan memfasilitasi pembelajaran inovatif bagi peserta didik.

Kegiatan PkM ini mendapatkan apresiasi yang positif dari para peserta dan pihak terkait. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat diadakan kembali di masa depan. Para peserta juga antusias mengikuti pelatihan dan memberikan komentar positif. Kegiatan PkM ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para guru-guru di SDN Madyopuro 1 di Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-4 yaitu pendidikan berkualitas dan SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026

Kimberly Tjoa Hidupkan Sosok Aurora dalam ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Aulia Azzahra Annisa Faiha Hidupkan Sosok Dona dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Optimalisasi System Perpajakan Melalui Penerapan Coretax

27 April 2026

Sustainably Speaking, Trashy Acting: Menagih Komitmen Hijau di Lantai Expo

15 April 2026

Comments are closed.

beritajatim id

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.