Kelompok 255 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember melakukan program sosialisasi mengenai hasil pembuatan pupuk Mikroorganisme Lokal (MOL) pada hari Minggu sore (28/7/2024). Program tersebut dilaksanakan di Balai Dusun Kedung Pakis, Pasirian sembari warga melakukan kerja bakti.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh warga RT 07/RW 02 Kedung Pakis beserta anggota pengurus Pawon Urip yang menjadi sasaran utama dari program tersebut. Tata, selaku Koordinator Desa dari Kelompok KKN 255 Universitas Jember mengaku bahwa program sosialisasi ini merupakan sebuah permintaan dari warga RT 07/RW 02 Kedung Pakis sendiri.
“Jadi, masyarakat disini kebetulan ada program Pawon Urip dari Kabupaten. Mereka membutuhkan inovasi dan mereka sangat antusias ketika (kami) menawarkan sebuah program pembuatan MOL tadi, yang dimana bahannya berasal dari limbah rumah tangga berupa nasi dan juga air leri (air cucian beras),”ungkapnya.
Berdasarkan hasil yang didapatkan, MOL yang sebelumnya dilakukan fermentasi selama 2 minggu tersebut tergolong berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga program ini disambut dengan positif oleh Samad selaku Ketua RT 07/RW 02 Kedung Pakis.
Antusiasme Warga dalam Sosialisasi Hasil Pembuatan Pupuk MOL
Ia merasa optimis dengan adanya program ini dan Ia juga setuju bahwa program ini dapat menjadi langkah alternatif pengolahan sampah organik di wilayah RT-nya. “Kalau saya sangat setuju. Karena kalau memakai (pupuk) kimia mungkin tanah saya nanti rusak, jadi saya lebih baiknya memakai pupuk organik,” ungkapnya.
Samad juga berencana untuk mengembangkan pupuk MOL menjadi produk yang dapat dipasarkan, sehingga dapat menambah kas di RT-nya. Selain itu, Ia juga berharap agar pupuk ini tidak hanya diaplikasikan di Pawon Urip RT-nya saja, namun dapat merambah ke sektor yang lebih luas seperti rumah-rumah warga hingga ke wilayah-wilayah lainnya.
Pengurus Pawon Urip RT 07/RW 02 Kedung Pakis juga berharap bahwa program ini akan dapat terus berlanjut walaupun tidak ada Mahasiswa KKN yang mendampingi. Hal tersebut dikarenakan akan dapat memperbaiki pengolahan sampah organik di lingkungan sekitarnya.
“Kedepannya mungkin masyarakat RT07/RW02 khususnya dapat memanfaatkan limbah seperti yang diajarkan temen-temen KKN, sehingga walaupun temen-temen KKN sudah Kembali ke Kampus tapi ilmunya tetap dipraktekkan oleh masyarakat setempat,” ujar Arif selaku Pengurus Pawon Urip.
Lebih lanjut, program sosialisasi ini juga diisi dengan cara pengaplikasian dan cara penyimpanan pupuk MOL yang telah dipanen. Sehingga warga dapat dengan mandiri memproduksi dan mengaplikasikan pupuk MOL ketika kegiatan KKN sudah rampung. (Kemas Almas Muhammad)

