Kelompok Riset Bioteknologi dan Biosains Pertanian Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Jember, telah mengadakan pelatihan aplikasi paclobutrazol pada beberapa varietas padi.
Pelatihan ini bertujuan untuk membantu petani mengatasi masalah kerebahan tanaman padi saat musim hujan, terutama pada varietas padi yang memiliki ukuran tanaman tinggi. Kegiatan ini didanai oleh Hibah Penelitian Keris-DiMas Penelitian dan Pengabdian dari Universitas Jember.
Salah satu permasalahan utama petani dalam budidaya padi adalah kerebahan tanaman yang sering terjadi pada musim penghujan. Kelompok Riset Bioteknologi dan Biosains Pertanian yang terdiri dari dosen-dosen peneliti Program Studi Agroteknologi, yaitu Wahyu Indra Duwi Fanata, S.P., M.Sc., Ph.D, Dr. Ummi Sholikhah, S.P., M.P., Ahmad Ilham Tanzil, S.P., M.P., dan Tri Ratnasari, S.Si., M.Si bersama mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi dan Program Studi Magister Agronomi, memberikan pelatihan kepada para petani anggota kelompok tani Kencono Wungu di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember.
BACA JUGA:Copa America 2024: Preview Pertandingan dan Prediksi Skor Brasil vs Kolombia
Paclobutrazol (PBZ) adalah zat pengatur tumbuh yang berfungsi menghambat pertumbuhan tanaman, sehingga mengurangi tinggi tanaman dan memperkuat batang. PBZ tersedia di toko-toko pertanian dan dapat dibeli secara bebas. Penelitian oleh Kelompok Riset Bioteknologi dan Biosains menunjukkan bahwa aplikasi PBZ pada skala pot sangat efektif dalam mengurangi tinggi tanaman padi lokal Genjah Arum dari Banyuwangi. Selain itu, aplikasi PBZ pada skala lapangan di Desa Sumbersalak juga berhasil menurunkan tinggi tanaman padi lokal Sidomuncul secara signifikan.
Selama pelatihan, petani diajarkan teknis aplikasi paclobutrazol pada tanaman padi. Penyemprotan PBZ pada tiga galur dan satu varietas padi saat tanaman memasuki masa bunting menghasilkan penurunan tinggi tanaman antara 11%-17%, yang berpotensi besar mengurangi risiko kerebahan. Pemendekan tanaman ini disebabkan oleh berkurangnya panjang batang malai, sehingga letak malai berada di bawah daun bendera, menjadikan tanaman lebih tahan terhadap serangan hama burung pemakan biji.
Hasil pelatihan juga menunjukkan bahwa penghambatan pertumbuhan tinggi tanaman oleh PBZ dengan dosis yang telah dioptimalkan tidak mempengaruhi produktivitas empat genotip padi yang menerima penyemprotan. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Sekarang kami tahu bagaimana mengaplikasikan paclobutrazol untuk memendekkan tanaman padi sehingga tidak mudah rebah lagi,” ujar Bapak Rosid, ketua Kelompok Tani Kencono Wungu.
BACA JUGA:Rayakan Hari Bhayangkara, Polsek Sumberrejo Polres Bojonegoro Gelar Selamatan
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Jember dalam memberikan solusi praktis bagi masalah pertanian yang dihadapi petani. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat membantu para petani meningkatkan hasil panen dan memperkuat ketahanan pangan di daerah Jember.
Universitas Jember melalui Kelompok Riset Bioteknologi dan Biosains Pertanian Fakultas Pertanian berencana untuk terus memberikan pendampingan dan pelatihan serupa di masa mendatang, guna mendukung peningkatan kesejahteraan petani dan keberlanjutan pertanian di Indonesia.
(Wahyu Indra Dwi Fanata (Tim Kelompok Riset Bioteknologi dan Biosains Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jember)

