Kediri (beritajatim.com) – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kahuripan Kediri yang dilaksanakan di Desa Nanggungan, Kabupaten Kediri berakhir dengan sukses setelah berjalan selama 30 hari, dimulai dari 29 Juli hingga 31 Agustus 2024.
Mengusung tema “Optimasi Potensi Menuju Desa Berdaya dan Berbudaya”, program ini melibatkan 80 mahasiswa dari berbagai program studi yang ditempatkan di empat dusun, yakni Dusun Kreweng, Dusun Genuk Watu, Dusun Ngandong, dan Dusun Sumur. Para mahasiswa berhasil mengembangkan potensi desa serta memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Salah satu capaian penting dalam KKN ini adalah ditemukannya potensi bengkoang yang diolah menjadi produk inovatif. Mahasiswa bekerja sama dengan dosen pembimbing lapangan untuk menghasilkan tiga kategori produk inovatif. Pertama, kategori pengolahan pertanian, dengan menciptakan sambal, selai, dan kerupuk bengkoang, yang tidak hanya menambah nilai jual hasil pertanian, tetapi juga meningkatkan ekonomi warga desa.
Kedua, kategori pengelolaan limbah. Mahasiswa berhasil membangun tugu Eco Brick dari limbah botol plastik sebagai simbol kepedulian lingkungan. Selain itu, mereka juga menciptakan briket dari limbah tongkol jagung, yang bisa menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
Ketiga, kategori digitalisasi dan pemasaran. Para mahasiswa membuat website UMKM khusus produk tas anyaman, serta memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang digital marketing. Pelatihan ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet penjualan.
Kesuksesan pelaksanaan KKN ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah Kabupaten Kediri. Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa, hadir dalam acara penutupan dan menyampaikan pujian atas dedikasi serta inovasi yang dilakukan mahasiswa.”Saya sangat mengapresiasi semangat dan inovasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa Universitas Kahuripan Kediri. Mereka tidak hanya mengembangkan potensi desa, tetapi juga membawa perubahan positif yang sangat berarti bagi masyarakat setempat,” ujarnya.
Selain Wakil Bupati, acara penutupan juga dihadiri oleh Camat Kayen Kidul, perwakilan dari BAKESBANGPOL, serta dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Kediri. Rektor Universitas Kahuripan Kediri, Harry Sugara, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa program KKN dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi desa.
“Universitas dan LPPM telah bersinergi menyusun pelaksanaan KKN yang dituangkan dalam Peraturan Rektor Nomor 24 tahun 2024 tentang Pelaksanaan KKN Berbasis Luaran sehingga memiliki visi dan misi kreatif, inovatif dan berdampak pada desa. Sama sekali tidak disarankan bahkan tidak perlu berangkat KKN apabila hanya datang ke desa untuk mengerjakan hal-hal umum seperti buat tugu, plang jalan dan mengecat tembok dan sebagainya, tetapi lebih mengedepankan program kerja yang berkelanjutan sehingga dapat dilanjutkan oleh masyarakat desa meskipun KKN selesai” ujar Rektor Universitas Kahuripan Kediri.
Pelaksanaan KKN juga didukung penuh oleh Kepala Desa Nanggungan, Katmiran yang berperan penting dalam memfasilitasi mahasiswa dan panitia KKN. Ia menyampaikan rasa bangganya atas kontribusi mahasiswa KKN yang telah menjadi bagian dari komunitas desa. “Kami sangat bangga dan bersyukur atas apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN. Mereka telah menjadi bagian dari keluarga kami di Desa Nanggungan,” ucapnya.
Program KKN Universitas Kahuripan Kediri ini diakhiri dengan penandatanganan kerjasama bertema “Riset dan Pembangunan Desa Berkelanjutan”, disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Kediri. Mahasiswa dan masyarakat desa berharap agar program-program inovatif yang telah dijalankan dapat terus dilanjutkan demi mewujudkan Desa Nanggungan yang mandiri dan berdaya saing di masa depan. (aga/ted)

