Jember (beritajatim.com) – Dengan pesatnya pertumbuhan populasi, kebutuhan akan pemukiman baru semakin meningkat. Hal ini menyebabkan pembangunan rumah-rumah kecil di atas lahan luas yang sering kali menyisakan area kosong yang tidak dimanfaatkan secara optimal.
Minimnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan lahan kosong mengakibatkan tidak adanya peningkatan produktivitas di lingkungan sekitar. Selain itu, aliran air yang hanya dimanfaatkan untuk saluran irigasi tidak dimaksimalkan penggunaannya. Menyadari masalah ini, mahasiswa Tim PKM-PM Politeknik Negeri Jember menghadirkan solusi inovatif bernama Smart Aquaponic.

Aquaponic merupakan sistem yang memanfaatkan simbiosis antara ikan dan tanaman, dengan potensi besar dalam mengoptimalkan produksi pangan melalui penggunaan lahan dan air yang minimal. Dalam sistem ini, kotoran ikan yang kaya nutrisi digunakan sebagai pupuk alami bagi tanaman, sementara tanaman membantu membersihkan air untuk ikan, menciptakan ekosistem yang hampir tertutup dan sangat efisien.
“Kami sangat senang dan akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dengan adanya pengetahuan untuk pemanfaatan lahan kosong dan sumber air ini agar tidak terbengkalai dan memiliki manfaat,” ujar Agus, Kepala Dusun Gumuk Bago.
Keberhasilan inovasi Smart Aquaponic ini tentu tidak lepas dari antusiasme masyarakat yang ingin terus produktif meskipun minim pengetahuan sebelumnya. Dengan potensi luasnya lahan kosong milik warga dan derasnya aliran air sungai, diharapkan akan terjadi peningkatan produktivitas serta ekonomi masyarakat. Hasil panen berupa barang mentah akan diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai ekonomis suatu produk.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dan teknologi yang diperkenalkan, Anda dapat mengunjungi Instagram @smartaquaponict_pkmpm2024.

