Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Aksi Kamisan ke-888 Kota Surabaya Jadi Ruang Seruan Stop Kekerasan Terhadap Perempuan

Aksi Kamisan ke-888 Kota Surabaya Jadi Ruang Seruan Stop Kekerasan Terhadap Perempuan

Elvina Manuella Simanjuntak30 November 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Aksi Kamisan ke-888 Kota Surabaya di Taman Apsari depan Gedung Grahadi Surabaya. Foto: Dokumen Pribadi/Elvina Manuella Simanjuntak

Surabaya – Massa menggelar aksi Kamisan di Taman Apsari, depan gedung Grahadi, Surabaya. Dalam aksi ini, para peserta menyuarakan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB tersebut dihadiri oleh belasan peserta dan para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), serta berbagai kelompok masyarakat sipil lainnya.

Bagi mereka, Aksi Kamisan merupakan sebuah forum yang mewadahi suara rakyat yang tertindas dengan harapan pemerintah dapat mendengarkan aspirasi-aspirasi masyarakat sipil.

Topik yang diangkat pada Aksi Kamisan berbeda setiap pekan. Pada gelaran Aksi Kamisan ke-888 Kota Surabaya kali ini, tema utama adalah isu kekerasan terhadap perempuan.

Para peserta hadir mengenakan pakaian serba hitam sambil membawa spanduk, payung hitam hingga poster berisi pesan penolakan kekerasan terhadap perempuan. Secara bergantian, peserta turut menyampaikan orasi mengenai ketidakadilan yang masih dihadapi perempuan.

Anisa Eka, salah satu koordinator lapangan Aksi Kamisan Surabaya menjelaskan bahwa kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan secara berlangsung mulai dari 25 November hingga 10 Desember, bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kekerasan berbasis gender ini di Indonesia baru diadaptasi tahun 2001. Ini menjadi semacam open ceremony sebelum hari Hak Asasi Manusia di tanggal 10 Desember nanti.” Jelas Eka, Kamis (27/11/2025).

Koordinator lapangan lainnya, Adit, menyampaikan bahwa selain memperingati kampanye internasional, tema ini dipilih karena angka kekerasan berbasis gender di Indonesia menyentuh angka yang masih sangat tinggi setiap tahun.

Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) angka kekerasan di Indonesia pada tahun 2025 tercatat 28.860 kasus kekerasan dan sebanyak 24.623 korban merupakan perempuan dari berbagai kelompok usia.

Adit menambahkan bahwa tingginya angka kekerasan diperparah oleh belum optimalnya legitimasi hukum dalam mengakomodasi tindak kejahatan terhadap perempuan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan utama pemilihan tema untuk Aksi Kamisan ke-888.

Isu kekerasan ini terus mendapat sorotan karena perempuan masih kerap mengalami kekerasan dari berbagai bentuk, baik verbal, nonverbal, maupun fisik. Bougen, salah satu peserta aksi, membagikan pengalamannya terkait ketidakadilan di dunia kerja.

“Saya bekerja di industri yang 98% adalah perempuan. Ada teman-teman di kantor yang tidak diperbolehkan naik jabatan karena ayahnya tidak mengizinkan. Kalau di kehidupan sehari, ada kekerasan ke arah verbal dan ada juga seksual,” kata Bougen, peserta Aksi Kamisan.

Aksi Kamisan kali ini berlangsung selama sekitar satu jam. Sejumlah warga yang melintas di Taman Apsari tampak menyempatkan diri membaca poster dan spanduk yang dipajang peserta.

Sekitar pukul 17.30 WIB, aksi tersebut selesai dan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama dengan para peserta lainnya mengenai pokok pembahasan yang telah dibahas.

Elvina Manuella Simanjuntak
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya

Aksi Kamisan Hak asasi manusia
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026

Surabaya Punya Spot Baca Estetik, Gen Z Kini Lebih Betah Membaca daripada Scroll Medsos

14 Juli 2026

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.