Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Catatan Diskusi ‘Idul Fitri dalam Perspektif Global’ di Turki, Thailand, dan Jerman

Catatan Diskusi ‘Idul Fitri dalam Perspektif Global’ di Turki, Thailand, dan Jerman

Agathon Agnar22 April 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto Berita Jatim
Ilustrasi Hari Raya Idulfitri.

Jakarta (beritajatim.com) – Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Islam memainkan peran sangat penting dalam kehidupan sosial dan budaya Turki.

Demikian disampaikan Prof. Doc. Dr. Banu Gürer dari Marmara Universitesi, Istanbul, Turkey pada diskusi bertajuk “Eidul Fitri in the Global Perspectives’ yang diselenggarakan oleh The Lead Institute, Universitas Paramadina.

Diskusi yang digelar Jumat (19/4/2024) ini merupakan kelanjutan dari Program of Fitrah Majbulah Series yang digelar secara daring dan dimoderatori oleh Maya Fransiske Lecomte, S.Ag.

Banu memaparkan bahwa berdasarkan beberapa penelitian tentang populasi Muslim di Turki, hampir 19% masyarakat mendefinisikan diri mereka sebagai Muslim, dan tradisi utama didasarkan pada tradisi Sunni Hanafi di Turki.

Menurutnya hari raya Idul Fitri di Turki biasa disebut sebagai “Ramazan Bayrami” atau Festival Ramadhan. “Ramadhan memiliki banyak fitur yang khas. Di antaranya ada 4 kategori khas Turki dalam menyambut Ramadhan yakni membaca Al-Quran, mendengarkan takbir, dan salam yang khusus memiliki arti penting, selain itu juga beramal sedekah dan berbuat baik kepada sesama dan fakir miskin” kata Banu.

Turki juga mewajibkan zakat dan sumbangan bagi muslim, dan biasanya digunakan untuk membangun masjid. “Di Turki Idul Fitri bukanlah hari libur sebagaimana di Indonesia, tapi penduduk Turki yang bekerja hanya diberikan izin beberapa jam, dan setelah itu kembali bekerja karena Turki adalah negara sekuler” tegasnya.

Assc. Prof. Dr. phil. Amporn Mardent dari Thammasat University, Bangkok, Thailand mengungkapkan bahwa Thailand bukanlah negara mayoritas muslim, penduduk Muslim Thailand kebanyakan bermukim di Thailand Selatan.

”Berbatasan dengan Malaysia, Muslim di Selatan Thailand biasa disebut dengan Muslim Pattani, dan telah muncul konflik sekira 20 tahun di wilayah itu dengan pemerintah pusat Thailand. Karena dekat dengan Malaysia, maka muslim Pattani budayanya cukup dekat dengan Melayu di Malaysia. Mereka juga mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim Melayu.” Terangnya.

[irp]

Amporn menjelaskan bahwa di Thailand Selatan, Idul Fitri yang berasal dari budaya Islam, tidak begitu populer dibandingkan dengan istilah lain. “Dalam banyak bagian negara, akan mendengar juga orang merayakan “Aidil Adha”. Idul Fitri adalah hari besar di Thailand Muslim. Tradisi lain bagi muslim Thailand adalah yang disebut “Takbir”, yang berarti menyucikan diri dengan cara yang sederhana setelah kita menyelesaikan Ramadhan.”

Thailand memiliki kelompok Muslim dari Persia, India, Tiongkok, dan para pedagang dari India dan Kamboja. “Ada komunitas Indonesia dari Aceh, Bangka, Makassar di Bangkok. Kami juga memiliki kelompok Muslim dari negara lain yang telah tinggal lama di sini.”

Dr. phil,. Sonia Zayed dari Goethe Universitat, Frankfurt am Main, Germany melihat bahwa Jerman sebagian besar didominasi oleh Kristen sehingga Islam merupakan agama minoritas.

“Di Jerman, Islam memiliki banyak komunitas, sekitar hampir satu juta atau sekitar 5% dari populasi yang beragama Muslim di Jerman dan sebagian besar tinggal di kota-kota besar.”

“Di Frankfurt sendiri memiliki sekitar 15 masjid dan memiliki latar belakang budaya yang berbeda dari Arab, Turki dan Iran. Biasanya digunakan untuk sholat Jumat, pada bulan Ramadhan digunakan untuk shalat tarawih dan pagi hari saat idul fitri menjadi hari yang sangat istimewa bagi masyarakat Islam di Jerman.” ujar Sonia. (ted)

idul fitri jerman thailand
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026

Surabaya Punya Spot Baca Estetik, Gen Z Kini Lebih Betah Membaca daripada Scroll Medsos

14 Juli 2026

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.