Surabaya – Film animasi lokal “Jumbo,” berhasil mencetak sejarah dengan menempati peringkat pertama sebagai film terlaris di Indonesia dalam 63 hari,
Pencapaian ini tak hanya menjadi kebanggaan bagi industri perfilman nasional, namun juga menyalakan harapan akan potensi besar film animasi Indonesia di kancah global.
Sejak penayangan perdana, Film “Jumbo” menarik jutaan penonton ke bioskop dengan memuji kualitas animasi yang memukau, cerita yang relevan dan mengharukan, serta karakter-karakter yang mudah dicintai.
Kesuksesan ini membuktikan bahwa film animasi bukan lagi genre niche, melainkan memiliki daya tarik massa yang kuat di tengah masyarakat Indonesia.
Dilansir dari Internet Movie Database (IMDb) yakni penyedia data berbasis online terkhusus industri film, Film “Jumbo” memiliki tingkat rating sebesar 8,2/10, yang menunjukkan kualitas dari film tersebut.
“Jumbo menunjukkan bahwa kita mampu bersaing dari segi kualitas dengan standar internasional, ” ujar Felicia Evelyn selaku penonton film dengan antusiasnya pada film jumbo.
Lebih dari sekadar fenomena sesaat, kesuksesan “Jumbo” membuka diskusi lebih dalam mengenai potensi film animasi di Indonesia.
Selama ini, film animasi lokal seringkali dianggap sebelah mata, baik dari segi pendanaan maupun apresiasi publik. Namun, data menunjukkan bahwa pasar animasi di Indonesia sangatlah besar, terutama dengan populasi anak-anak dan remaja yang masif.
Indonesia memiliki segudang talenta animator muda yang berbakat, banyak diantaranya telah bekerja di studio animasi internasional terkemuka.
Dengan dukungan pemerintah dan investasi yang memadai, bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi pusat produksi animasi global di masa depan.
“Jumbo itu punya banyak detail, yang ketika saya nonton dua kali baru ke-notice. Misal, tindik telinga jumbo yang ga ada nandain dia bandel, susah dibilangin. Jadi banyak detail kecil yang berkesan,” ujar Felicia yang mengungkap kelebihan film ‘Jumbo’.
“Perbandingannya kayak disney, pixar.. tapi sudah cukup bagus si sekarang dan untuk kedepannya,” Sambung Vanya Gabrielle selaku penonton.
“Jumbo” dapat menjadi awalan penggerak bagi studio-studio animasi lainnya untuk lebih berani dalam mengembangkan proyek animasi indonesia lainnya.
Dengan pencapaian “Jumbo,” masa depan film animasi Indonesia tampak semakin cerah. Ini adalah momentum emas untuk membawa cerita-cerita dan budaya Indonesia ke layar lebar dunia, membuktikan bahwa kreativitas anak bangsa tidak kalah dengan negara-negara maju lainnya.
Laurencia Michelle
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

