Surabaya (beritajatim.com) – SMA Galuh Handayani sebagai salah satu penyelenggara pendidikan inklusif belum mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintah.
Sekolah ini beralamat di Jl Manyar Sambongan No.85A, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60282.
Dukungan maksimal dari pihak pemerintah tentu akan berdampak positif bagi kelancaran proses kegiatan belajar mengajar yang diadakan di sekolah ini.
Nunik, Kepala Sekolah SMA Galuh Handayani Surabaya, mengungkapkan bahwa selama lima belas tahun terakhir SMA Galuh Handayani tak lagi mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Dulu itu memang kita mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Kita hanya mendapatkan alokasi anggaran sebagaimana yang umumnya didapat oleh semua SMA. Misalnya dana BOS dari pemerintah pusat serta BPOPP dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain itu tidak ada. Terakhir kita mendapatkan bantuan khusus kurang lebih lima belas tahun lalu. Ketika pembangunan salah satu fasilitas sekolah” ungkap Nunik.
Pihak sekolah sangat mengharapkan dukungan berupa bantuan fasilitas seperti perangkat komputer, laptop, dan fasilitas serupa lainnya serta insentif bagi para guru.
“Kami mengharapkan bantuan fasilitas pendukung seperti komputer, laptop, dan lainnya. Ada siswa tertentu yang kadang tantrum, selama tantrum kadang mereka merusakkan fasilitas yang ada. Komputer, kaca dan lainnya kadang dengan sengaja dipecahkan. Itu juga tantangan, tetapi sekolah selalu berusaha maksimal untuk mendukung ana-anak yang demikian” ungkap Nunik.
Tak semua guru di SMA Galuh telah mendapatkan sertifikasi. Banyak guru yang belum tersertifikasi. Karena itu, untuk pihak sekolah mengharapkan insentif tambahan dari pemerintah untuk para guru sehingga tingkat kesejahteraan para guru tetap terjamin.
“Kesejahteraan guru juga menjadi salah satu hal yang sekiranya diberi dukungan oleh pemerintah. Guru-guru di sekolah ini kebanyakan belum sertifikasi. Mereka hanya mendapatkan gaji dari sekolah. Padahal mereka sehari-hari berhadapan dengan murid yang istimewa, dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mungkin ada bantuan berupa insentif untuk guru yang belum sertifikasi” ungkap Nunik.
Nunik mengharapkan agar pemerintah, dalam hal ini pemerintah provinsi Jawa Timur, memberikan perhatian dan dukungan maksimal terhadap SMA Galuh Handayani.
“Tentu saja kami mengharapkan dukungan maksimal dari pemerintah. Semoga saja ke depannya hal itu benar-benar terjadi. Seperti yang kami terima sekitar lima belas tahun sebelumnya” tutup Nunik.

