Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 15 atlet Pickleball terbaik Jawa Timur mengikuti pelatihan intensif di SMA Negeri 1 Wonoayu, Sidoarjo, pada Jumat (23/8). Pelatihan ini bertujuan mengasah kemampuan para atlet sebelum berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut pada September mendatang.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua KONI Jawa Timur, Drs. Muhammad Nabil, dan Ketua Pickleball Jawa Timur, Syaqif Constantin Arsalan. Nabil memberikan motivasi kepada para atlet agar mampu berlaga dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Atlet harus memiliki integritas, percaya diri, dan semangat juang yang tinggi,” tegas Nabil.
Syaqif menambahkan bahwa Pickleball merupakan olahraga yang membutuhkan skill dan teknik khusus. Para atlet yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Jombang, Bojonegoro, Mojokerto, Pasuruan, dan Sidoarjo.
“Kami berharap atlet-atlet Jawa Timur bisa meraih prestasi membanggakan di PON, minimal dua medali emas dan dua medali perak,” ujar Syaqif.
Dalam pelatihan ini, para atlet tidak hanya dibekali teknik permainan, tetapi juga mental juara. Mereka diajarkan untuk selalu optimis dan tidak mudah menyerah.
“Atlet juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,” imbuh Syaqif.
Sebagai bentuk dukungan, SMA Negeri 1 Wonoayu menyambut kedatangan para atlet dengan tarian tradisional. Acara pembukaan pun ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua KONI Jawa Timur.
Pickleball sendiri merupakan olahraga yang menggabungkan unsur tenis, bulu tangkis, dan tenis meja. Permainan ini menggunakan alat pemukul atau paddle dan bola berlubang yang terbuat dari bahan polimer. Lapangan pickleball memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan lapangan tenis.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan para atlet Pickleball Jawa Timur dapat mengharumkan nama daerah di ajang bergengsi seperti PON.

