Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Kisah Sopir Ambulans Asal Sidoarjo, Cerita Ditemani Arwah dan Panggilan Kemanusiaan

Kisah Sopir Ambulans Asal Sidoarjo, Cerita Ditemani Arwah dan Panggilan Kemanusiaan

Redaksi28 Mei 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto BeritaJatim.com
Adi Surya sopir Ambulans asal Sidoarjo

Surabaya – Di tengah bisingnya klakson dan lalu lintas kota yang macet, suara sirene ambulans kerap hanya terdengar sebagai latar samar yang tak digubris. Namun bagi Adi Surya (22), suara itu adalah panggilan jiwa, bukan sekadar sinyal darurat.

Pemuda asal Sidoarjo ini menghabiskan hari-harinya di balik kemudi ambulans milik salah satu perusahaan swasta.

Dengan seragam sederhana dan topi lusuh, Adi memang tampak biasa. Namun siapa sangka, tekad dan dedikasinya dalam membantu sesama telah tumbuh sejak masa sekolah kejuruan.

“Aku pertama kali ikut escort waktu SMK kelas dua,” kenang Adi saat ditemui di sela tugasnya. “Awalnya cuma iseng, kasihan lihat ambulans terjebak macet. Tapi aku belum tahu gimana cara ngawal yang aman.”

Dari Pelajar ke Relawan Pengawal Ambulans

Adi bukanlah lulusan kedokteran atau tenaga medis. Ia menempuh pendidikan di SMK jurusan Teknik Kendaraan Ringan.

Namun, keterpanggilan untuk menolong sesama membuatnya bergabung sebagai escort ambulance—pengawal sukarelawan yang membuka jalan bagi ambulans di tengah kemacetan.

Pernah suatu ketika, dalam perjalanan mengawal ambulans, pengemudi menyampaikan kabar bahwa pasien telah meninggal dunia. Namun Adi bersikeras untuk melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.

“Sampai rumah sakit, dokter langsung menangani dan ternyata pasien masih hidup,” tutur Adi. “Dari situ hati aku tergerak. Rasanya… aku harus terus bantu orang.”katanya.

Sejak saat itu, Adi menekuni kegiatan escort secara lebih serius. Ia belajar membaca situasi lalu lintas, mengenali pola pergerakan kendaraan, dan mengikuti pelatihan keselamatan dalam pengawalan darurat.

Lahirnya Komunitas Bikers Relawan Sidoarjo

Tak cukup menjadi relawan sendiri, Adi lalu mendirikan komunitas **Bikers Relawan Sidoarjo**. Bersama rekan-rekannya, Adi kerap berlomba dengan waktu dan lalu lintas demi memastikan ambulans sampai tepat waktu.

“Bagi sebagian orang, ini mungkin ekstrem. Tapi buat aku dan teman-teman, ini soal kemanusiaan. Belajar dari jalanan, dari hati,” ucap Adi dengan sorot mata serius.

Dari Relawan Menjadi Sopir Ambulans

Setelah lulus SMK, Adi tak langsung melanjutkan pendidikan tinggi. Ia merasa telah menemukan jalan hidupnya. Saat membantu seorang sopir ambulans mengantar barang pasien yang tertinggal, Adi justru ditawari posisi sebagai pengemudi resmi.

“Kaget juga, tapi aku terima. Aku pikir, ini jalan dari Tuhan. Aku bisa bantu lebih banyak orang lagi,” ujarnya.

Kini, sudah tiga tahun Adi mengabdi sebagai sopir ambulans. Ia bertugas menangani kasus gawat darurat, kecelakaan, rujukan antar kota, hingga pemakaman.

Bahkan, ia juga terlibat dalam penanganan bencana alam bersama BPBD dan pencarian korban hilang di sungai.

Cerita Mistis dan Misi Kemanusiaan

Tak hanya pengalaman mengharukan, Adi juga menyimpan cerita-cerita mistis selama bertugas.

“Pernah ada sirene nyala sendiri, perseneling gak bisa masuk pas bawa jenazah, atau merasa ditemani arwah. Tapi aku gak takut. Niatku bantu orang, itu yang bikin aku kuat.”

Dalam tugasnya, ia juga harus mengemudi ekstra hati-hati, seperti saat membawa pasien patah tulang belakang. “Harus pelan banget. Setiap detik bisa jadi penentu,” katanya.

Pesan untuk Generasi Muda

Meski kini sibuk bekerja sebagai sopir ambulans dan pelayan restoran, Adi tak pernah lelah mengajak anak muda untuk peduli terhadap sesama.

“Buat anak muda, jangan lupa berbuat baik pada semua orang. Kebaikan kecil bisa berdampak besar. Kita gak harus jadi dokter atau pahlawan, cukup jadi manusia yang peduli,” pesannya.

Penulis: Deonis Joshua & Jack Hariono
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

 

headline mobil jenazah Sidoarjo Sopir Ambulan Sidoarjo
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026

Surabaya Punya Spot Baca Estetik, Gen Z Kini Lebih Betah Membaca daripada Scroll Medsos

14 Juli 2026

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.