Surabaya – Aprianus Defal Deriano Bagung, penulis muda sekaligus Ketua Komunitas Tutur Karya, menyambut positif gelaran Bazar Buku Big Bad Wolf (BBW) 2025 yang kembali hadir di Surabaya.
Menurutnya, ajang ini menjadi langkah konkret dalam membangkitkan semangat membaca, khususnya di kalangan generasi muda.
“Untuk membiasakan diri membaca buku, yang diperlukan adalah konsistensi. Tidak harus lama, cukup 10 hingga 30 menit setiap hari. Mulai saja dari membuka buku setelah bangun tidur atau sebelum tidur, daripada langsung membuka gadget,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi bazar.
Bazar Buku Internasional Big Bad Wolf (BBW) 2025 berlangsung pada 8–18 Mei di Surabaya Convention Center, Pakuwon Trade Center (PTC).

Mengusung tema “Ubah Dunia, Satu Buku Setiap Waktu,” BBW hadir dengan ribuan koleksi buku dari berbagai negara dan kategori usia. Mulai dari buku anak, fiksi, nonfiksi, komik, hingga buku pengembangan diri (self-help) tersedia dengan harga terjangkau.
Tak hanya menjadi surga belanja buku, acara ini juga menjadi sarana edukasi literasi untuk semua kalangan. Salah satunya terlihat dari antusiasme orang tua yang mengajak anak-anak mereka ke lokasi.
Ardi, pengunjung asal Surabaya yang membawa anaknya yang berusia 5 tahun, mengatakan bahwa ia ingin anaknya mengenal buku sejak dini.
“Bukan hanya buku berbahasa Indonesia, saya juga ingin anak saya mengenal buku berbahasa Inggris. Sejak sering membaca, cara komunikasi anak saya di sekolah jauh lebih baik dibanding teman sebayanya. Peran orang tua penting agar anak tidak selalu bergantung pada gadget,” jelas Ardi.
Para pengunjung dari kalangan remaja dan dewasa juga tampak memadati area bazar. Putri, mahasiswa pecinta buku romance dan self-help, menyebut bahwa membaca buku adalah cara terbaik mengisi waktu luang.
“Kalau ada waktu kosong, lebih baik aku habiskan untuk baca buku daripada scrolling media sosial. Rasanya lebih produktif,” katanya.
Aprianus menegaskan bahwa BBW 2025 merupakan bentuk nyata dalam melawan krisis literasi di Indonesia. Ia berharap acara seperti ini terus dilaksanakan di berbagai kota untuk menumbuhkan budaya baca sejak dini.
Dengan semangat “Ubah Dunia, Satu Buku Setiap Waktu”, BBW 2025 tak sekadar menjadi ajang jual beli, tetapi juga gerakan literasi global yang menyentuh masyarakat Indonesia. Membaca secara rutin tidak hanya menambah wawasan dan kosakata, tetapi juga melatih daya pikir kritis serta menjadikan hidup lebih bermakna.
Penulis: Rachel Diyah Angelica Para’pa
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

