Surabaya (beritajatim.com) – Pasar Atom kembali jadi pusat perhatian. Kali ini bukan karena belanja atau fashion, tapi karena aroma khas kuliner Betawi yang menggoda selera.
Dalam rangka Jakarta Food Festival, Pasar Atom menyelenggarakan event bertajuk Boom Atom Food Festival sebuah perayaan cita rasa khas Jakarta yang sukses bikin pengunjung serasa sedang jalan-jalan kuliner di ibu kota.
Event ini menghadirkan beragam menu otentik dari Jakarta, mulai dari soto Betawi, ketoprak, karedok, asinan, hingga jajanan legendaris seperti kue cubit dan kerak telor. Semua tersaji di puluhan stan UMKM yang ikut ambil bagian dalam festival ini.
Namun, bukan cuma makanannya yang menarik, tapi juga cerita-cerita di balik tiap stan yang memperkenalkan warisan kuliner dengan penuh semangat.
Salah satu stan yang ramai pengunjung adalah milik Kak Indah, yang menjajakan karedok dan ketoprak khas Jakarta. Dengan tampilan stand booth sederhana dan deretan sayuran segar, Kak Indah menyambut setiap pembeli dengan senyum ramah dan cobek besar di tangannya.
“Karedok itu bisa dibilang salad-nya orang Betawi,” ujarnya sambil mengulek bumbu kacang yang wangi.
“Semua sayurnya mentah, jadi masih segar dan renyah. Bumbunya pakai kencur, jadi harum banget.”
Sayuran seperti kol, timun, kacang panjang, dan tauge disiram dengan sambal kacang yang kental dan medok, lalu ditaburi kerupuk. Rasanya? Segar, gurih, dan kaya akan cita rasa tradisional. Sementara ketopraknya tak kalah menggoda: lontong, tahu goreng, bihun, dan bumbu kacang manis gurih jadi kombinasi yang bikin nagih.
“Banyak yang baru pertama kali coba dan langsung suka. Padahal ini makanan sehari-hari di Jakarta,” ujar Indah.
Tak jauh dari stan Indah, aroma sangit nikmat dari tungku arang mengundang rasa penasaran. Di sanalah Agus, penjual kerak telor, sibuk memanggang adonan beras ketan, ebi, serundeng, dan telur di atas wajan datar khas Betawi.
“Kita sediakan dua pilihan telur: ayam dan bebek,” katanya sambil membalik kerak telor yang mulai garing.
“Kalau mau rasa yang lebih gurih dan kaya, coba yang pakai telur bebek. Tapi kalau takut kolesterol, telur ayam juga enak dan lebih ringan.” ujar Agus selaku penjual kerak telor.
Pilihan itu disambut baik pengunjung, termasuk Didi, warga Surabaya yang penasaran mencoba kerak telor asli. “Rasanya beda banget sama yang biasa dijual di pinggir jalan. Ini tuh otentik, bumbunya nendang banget,” ujarnya sambil menikmati gigitan pertama.
Boom Atom Food Festival bukan hanya tentang kuliner, tapi juga soal pengalaman. Selain makan enak, pengunjung bisa menikmati demo masak, pertunjukkan acara yang memeriahkan bazar disetiap harinya , hingga live music yang bikin suasana makin hidup.
Pihak manajemen Pasar Atom menyebut festival ini sebagai upaya memperkenalkan ragam kuliner nusantara sekaligus mendukung UMKM agar makin berkembang. “Kami ingin membawa nuansa Jakarta ke Surabaya, dan mendekatkan masyarakat pada kekayaan rasa dari daerah lain,” ujar Melia dari tim penyelenggara.
Dari hari pertama, area festival dipenuhi pengunjung yang antusias. Banyak yang datang bersama keluarga, mencicipi menu demi menu sambil berburu nostalgia rasa.
“Seneng banget bisa nemu kerak telor dan karedok seenak ini di Surabaya. Semoga tahun depan ada lagi,” ujar Michael, pengunjung yang mengaku rindu makanan Jakarta.
Dengan konsep yang meriah, rasa yang autentik, dan semangat pelestarian budaya yang kental, Boom Atom Food Festival bukan sekedar festival kuliner, tapi juga ruang perjumpaan antara rasa, cerita, dan identitas kuliner Indonesia.
Penulis: Ruth Natasha
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

