Surabaya (beritajatim.com) – United Surabaya (sebutan fans MU) turut menyambut Final UEL 2024/2025 dengan menggelar acara nobar di Warung Bukan Hanya Kopi (BH Kopi) yang terletak di Jalan Flores No. 31, Ngagel, Surabaya, pada Kamis (22/5/2025) dini hari WIB.
Pada final UEL kali ini menyuguhkan duel antara klub inggris, yaitu Tottenham dan Manchester United (MU) yang berlangsung di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol.
Warung BH Kopi pada dasarnya memang menjadi markas United Surabaya untuk menggelar dan menonton pertandingan MU secara rutin . Tentu acara nobar final ini disambut dengan meriah oleh para fans MU karena mengingat hasil pertandingan sebelumnya dari MU itu sendiri yang kurang memuaskan
Hasil akhir dari final UEL ini, Tottenham Hotspur mampu meraih gelar sebagai juara UEFA Europa League (UEL) 2024/2025. Spurs berhasil taklukan Red Devils (julukan klub sepakbola Manchester United) dengan skor akhir 1-0 .
Gol perdana pada kompetisi ini dicetak oleh Brennan Johnson, salah satu penyerang dari Tottenham, pada menit akhir di babak pertama yaitu pada menit ke 42 . Gol ini sekaligus menjadi penentu kemenangan bagi Tottenham itu sendiri.
Nyatanya kekalahan yang dialami oleh Red Devils bukan menjadi pengalaman yang pertama. Dalam kompetisi Premier League (kompetisi liga inggris), hingga saat ini Red Devils sudah memainkan sebanyak 37 pertandingan diantaranya 10 kali meraih kemenangan, 9 kali seri, dan 18 kali kalah. Hal tersebutlah yang menjadi alasan hingga saat ini, MU menduduki peringkat 16 dari 20 klub di Premier League.
Berkaitan dengan digelarnya acara nobar tersebut, ketua divisi nobar United Surabaya turut mengungkapkan perasaanya setelah melihat hasil akhir dari kompetisi final UEL ini.
“MU ini dari pertandingan sebelumnya seringkali kalah. Waktu liat MU main, rasanya seperti tidak punya penyerang karena finishing nya yang mengecewakan. Banyak harus dibenahi oleh Ruben Amorim, selaku pelatih klub MU, agar bisa terus meningkatkan performa klubnya”, ujar Rafli selaku ketua divisi nobar United Surabaya.
Adapun anggota United Surabaya yang juga memiliki pandangan bagaimana seharusnya MU bermain.
“MU nih harus berani merombak susunan pemainnya sekarang. Bisa dilihat itu, banyak pemain yang seringkali belum terlalu bagus di posisinya masing-masing. Pemain MU nih kayak nggak punya passion di posisinya masing-masing. Jadi saya rasa Ruben Amorim perlu berani untuk menggunakan strategi atau taktik yang berbeda biar nggak kayak gini terus”.
Saat ini United Surabaya merasa bahwa MU perlu membenahi pola permainannya. Mereka berharap agar MU kedepannya bisa kembali menunjukkan performa yang bagus sehingga bisa bersaing dengan klub papan atas lainnya, terkhusus pada kompetisi Premier League. (ted)
Penulis: Joseph Mahatma Dhani Mulyono
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

