Pasuruan (beritajatim.com) — Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) kembali turun langsung ke masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMD UNEJ 2025.
Kali ini, Desa Wonojati, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, menjadi salah satu lokasi strategis pelaksanaan program berbasis kolaborasi ini.
Penerjunan mahasiswa KKN secara serentak digelar pada Selasa, 15 Juli 2025. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Jember bersama perangkat kecamatan dan desa di Kantor Kecamatan Gondangwetan.
Tercatat ada enam kelompok KKN yang ditempatkan di wilayah Gondangwetan, salah satunya di Desa Wonojati dengan 13 mahasiswa. Mereka merupakan bagian dari total 24 kelompok KKN yang tersebar di seluruh Kabupaten Pasuruan.
Tahun ini, KKN Universitas Jember mengusung semangat kolaborasi untuk menguatkan potensi desa melalui pendekatan tematik berbasis kebutuhan lokal. Wonojati dipilih karena dinilai sebagai desa maju yang kini berproses menuju status desa mandiri.
Dalam survei dan audiensi awal pada 10 Juli 2025, sejumlah potensi desa terpetakan, mulai dari UMKM, pertanian jeruk, budidaya lele, hingga ayam petelur. Meski begitu, digitalisasi data desa, pemasaran produk, serta pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular masih menjadi tantangan.
“Kami sangat berharap mahasiswa KKN Universitas Jember dapat membantu kami menyusun profil desa secara digital, serta ikut mendorong inovasi produk olahan jeruk dan pengelolaan sampah menjadi pakan ternak,” ujar Sekretaris Desa Wonojati di sela dialog dengan tim KKN.
Desa Wonojati juga dikenal aktif mendukung ketahanan pangan melalui program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari). Upaya menekan angka stunting yang sebelumnya tinggi pun membuahkan hasil, hingga kini tinggal di kisaran 3–5 persen. Peran mahasiswa KKN diharapkan semakin menguatkan edukasi gizi dan keberlanjutan kelas “Ibu Pintar” yang telah berjalan.
Potensi sumber daya manusia (SDM) desa, khususnya kalangan ibu-ibu dan pemuda, juga menjadi fokus pemberdayaan. Pelatihan olahan pangan seperti puding art sudah digelar sebelumnya, dan kini mahasiswa KKN didorong merancang program lanjutan, termasuk pelatihan UMKM, digitalisasi pemasaran, serta penguatan peran generasi muda desa.
Dengan semangat Belajar Bersama Masyarakat, mahasiswa Universitas Jember di Desa Wonojati siap membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelaksana program akademik, melainkan mitra strategis warga desa. Lewat langkah-langkah nyata, mereka hadir sebagai agen perubahan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal. (ted)

