Surabaya – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjalani program magang reguler di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya selama dua bulan, sejak 3 Maret hingga 9 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan pada pembelajaran praktik di dunia kerja.
Selama magang, mahasiswa ditempatkan di bawah koordinasi Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM), khususnya dalam bidang hubungan masyarakat. Mereka terlibat dalam berbagai aktivitas kehumasan, termasuk peliputan kegiatan kantor, penulisan siaran pers, produksi konten media sosial, serta dokumentasi acara internal dan eksternal.
Tidak hanya terlibat dalam rutinitas harian, para mahasiswa juga mengikuti berbagai agenda penting seperti pelantikan jabatan administrasi dan fungsional, rapat mingguan humas, serta kegiatan buka puasa bersama seluruh pegawai Seksi TIKIM. Frisca Asri Qorilia & Ariq Wahyu Eka Putra juga ikut serta dalam media tour hasil kerja sama Humas Direktorat Jenderal Imigrasi dengan stasiun televisi nasional seperti SCTV, TVRI, dan Metro TV.
Salah satu momen paling berkesan bagi mahasiswa magang adalah peliputan dan dokumentasi pelepasan Jamaah Haji Kloter 1 Embarkasi Surabaya yang digelar di Asrama Haji Surabaya. Momen tersebut dinilai sebagai pengalaman profesional yang memberikan gambaran langsung tentang pentingnya peran komunikasi publik dalam menunjang layanan keimigrasian.
“Saya banyak belajar tentang pentingnya komunikasi strategis di lingkungan pemerintahan dalam menjaga kepercayaan publik,” kata Frisca Asri Qorilia, mahasiswa magang Untag Surabaya, usai kegiatan magang, Jumat (9/5).
Rekan magangnya, Ariq Wahyu Eka Putra, juga menilai pengalaman tersebut membuka pandangannya mengenai pentingnya menyampaikan informasi kepada publik secara efektif dan humanis. “Kami belajar menyampaikan informasi kegiatan secara profesional, tapi tetap menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa magang juga terlibat dalam analisis media untuk mengevaluasi persepsi publik terhadap layanan keimigrasian. Hasil pemantauan digunakan sebagai masukan untuk menyusun strategi komunikasi yang lebih responsif dan adaptif.
Administrasi Kepegawaian TIKIM, Irlyana, mengapresiasi kontribusi para mahasiswa. “Mereka cepat beradaptasi, sigap mengikuti ritme kerja, dan memberikan ide-ide kreatif untuk publikasi,” ujarnya.
Suasana kerja yang hangat dan kekeluargaan turut menjadi catatan positif. Mahasiswa magang dengan cepat beradaptasi, tidak hanya dengan pegawai, tetapi juga dengan petugas keamanan, tenaga kebersihan, hingga staf kantin.
Kepala Seksi TIKIM, Raden Muhammad Umar Kusumo Nugroho, menyebut kehadiran mahasiswa magang memberikan dampak positif. “Mereka menunjukkan inisiatif dan semangat tinggi. Tidak hanya belajar, tapi juga berkontribusi nyata dalam pengelolaan media sosial dan liputan kegiatan,” ujar Umar.

Membersamai Kepala Seksi Teknologi Informasi Komunikasi Keimigrasian dan Humas pada Liputan Eksternal “Pelepasan Jamaah Haji Kloter 1 Embarkasi Surabaya yang Digelar di Asrama Haji Sukolilo Surabya.
Hal serupa disampaikan Okta Perdana, pegawai Humas Kantor Imigrasi. Ia menyebut mahasiswa mampu mengikuti ritme kerja instansi dan memahami alur komunikasi publik secara menyeluruh. “Mereka cepat menyerap teknis penulisan, dokumentasi, serta tata cara menghadapi media eksternal. Kami sangat terbantu,” ujarnya.
Dosen pembimbing program magang, Novan Andrianto, menyampaikan bahwa kerja sama antara dunia akademik dan instansi pemerintah seperti ini perlu terus diperkuat. “Kami berharap lulusan komunikasi memiliki pemahaman strategis yang teruji di lapangan dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja,” pungkasnya.
Program ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik kerja di lapangan. Tidak hanya memberikan pengalaman bagi mahasiswa, tetapi juga mendukung Kantor Imigrasi dalam meningkatkan efektivitas publikasi, membangun citra institusi, serta memperluas jangkauan komunikasi kepada masyarakat, terutama generasi muda.

