Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Museum Dr Soetomo Surabaya Hadirkan Pameran Cross Musea 2025

Museum Dr Soetomo Surabaya Hadirkan Pameran Cross Musea 2025

Redaksi29 Mei 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto BeritaJatim.com
Suasana kunjungan pelajar di Pameran Cross Musea 2025 saat penayangan video imersif

Surabaya (beritajatim.com) – Museum Dr Soetomo Surabaya menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang berbeda melalui pameran imersif Cross Musea 2025 yang digelar sejak tanggal 21 Mei 2025 hingga 31 Mei 2025 mendatang.

Mengusung tema “Arutala”, pameran ini menyatukan koleksi dari enam museum tematik dalam satu ruang dengan pendekatan teknologi digital interaktif.

Diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, pameran ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, serta Hari Jadi Kota Surabaya ke-732.

Pameran ini terbuka untuk umum setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, dengan harga tiket Rp5.000 untuk pengunjung umum dan Rp3.000 bagi pelajar dari luar Surabaya. Pelajar asal Surabaya dapat menikmati pameran ini secara gratis.

Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” dari koleksi Museum R.A. Kartini Rembang dipamerkan di Cross Musea 2025

Enam museum yang berpartisipasi dalam kolaborasi ini antara lain Museum R.A. Kartini Rembang, Museum Multatuli Banten, Museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta, Museum Dr. Soetomo Surabaya, Museum W.R. Supratman, dan Museum H.O.S. Tjokroaminoto.

Setiap museum menyumbangkan koleksinya yang kemudian dijelaskan dengan pendekatan imersif menggabungkan proyeksi visual dan surround sound.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Museum dan gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya, Saidatul Ma’munah menyampaikan bahwa pendekatan imersif dipilih untuk menjangkau generasi muda.

”Konsep imersif yang kita sajikan pada tahun ini karena tahun-tahun sebelumnya tanpa imersif. Tujuan utamanya untuk menarik Gen Z dan Gen Alpha, karena melihat budaya membaca masih kurang bagi teman-teman siswa. Kalau disajikan seperti ini bisa langsung melihat, mendengar, sekalian langsung mengingat di benak masing-masing,” jelas Saidatul.

Pemilihan tema “Arutala”, yang berasal dari bahasa Sanskerta dan berarti cita-cita yang tinggi mencerminkan harapan agar nilai-nilai perjuangan para pahlawan dapat diwariskan kepada generasi muda.

Video imersif yang ditampilkan menggambarkan kisah-kisah perjuangan tokoh-tokoh nasional secara naratif memungkinkan pelajar memahami sejarah melalui pengalaman.

Pengalaman imersif ini dianggap sebagai pendekatan baru dalam pendidikan sejarah yang lebih relevan di era digital juga mendapat respons positif dari kalangan mahasiswa.

Salah satu pengunjung, Vany, mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, mengaku kagum dengan penyajian visual yang berbeda dari museum pada umumnya.

”Untuk Imersifnya sendiri menurut aku cukup menarik ya dengan penggunaan teknologi saat ini untuk mempromosikan museum, kayaknya kalau emang tujuannya untuk anak sekolah itu sangat menarik karena tadi sempat sama anak-anak SMP, mereka semua liatnya tadi kayak woah gitu-gitu dan kita juga sebenarnya sebagai mahasiswa juga agak woah-woah gitu dengan tampilannya.”kata Vany.

”Jujur merasa lebih dekat banget dengan sejarah karena penjelasannya tadi juga ringkas tapi gak menghilangkan maknanya gitu dan karena basiclly aku juga paham sama sejarahnya dan penjelasan yang diberikan juga mudah dipahami tapi tetep ga menghilangkan esensi atau gak melenceng dari jalur cerita aslinya,” tambahnya.

Melalui pendekatan baru ini, Pameran Cross Musea 2025 bukan hanya memperkenalkan koleksi sejarah tetapi juga memperkenalkan model edukasi baru tentang sejarah yang menarik dan relevan bagi generasi digital.

Penulis: Rebecca Gultom
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

dr. Soetomo museum Museum Dr Soetomo Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026

Surabaya Punya Spot Baca Estetik, Gen Z Kini Lebih Betah Membaca daripada Scroll Medsos

14 Juli 2026

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.