Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Nada, Warna, dan Cerita: Keindahan Inklusivitas di Festival Budaya Lintas Disabilitas 2025

Nada, Warna, dan Cerita: Keindahan Inklusivitas di Festival Budaya Lintas Disabilitas 2025

Benedicta Mauren Erwani Prima Adventia13 Desember 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya – Festival Budaya Lintas Disabilitas 2025 kembali digelar dengan semarak. Bertempat di Taman Budaya Cak Durasim pada Minggu, 7 Desember 2025, acara ini dimeriahkan dengan pertunjukkan seni seperti band, pertunjukkan wayang kulit, tari tradisional, dan lomba melukis. Acara dimulai pukul 08.00-21.00.

Acara yang diprakarsai oleh Istana Karya Difabel (IKD) Pusat Surabaya sebagai wujud memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap tanggal 3 Desember.

Dihadiri oleh 113 teman-teman penyandang disabilitas dari berbagai SLB di Surabaya. Festival Budaya Lintas Disabilitas ini merupakan acara tahunan setiap bulan Desember.

“Kami punya visi dan misi bahwa anak-anak disabilitas di usia 20 tahun harus punya jiwa mandiri dan punya penghasilan. ” tutur Bunda Yoesi, pembina IKD Surabaya.

Orang tua dari teman-teman penyandang disabilitas mengapresiasi acara ini karena dari acara seperti ini para orang tua bisa menemukan kebersamaan dengan orang tua penyandang disabilitas lain.

“Ya, kebersamaan gitu. Sebagai orang tua (yang) punya anak-anak seperti ini kita masih punya teman masih punya saudara. “ ujar Ibu Rohma (54), orang tua Gumelar Bagus Rahmatullah, disabilitas Tunagrahita.

Selain itu, acara ini dinilai mampu untuk membantu perkembangan mental, sosial, serta kepercayaan diri dari teman-teman penyandang disabilitas. Bu Rohma menyampaiakn bahwa dengan acara seperti ini anak-anak disabilitas bisa bermain dan bertemu temannya.

“Soalnya sekarang kan sudah tidak sekolah, sudah lulus. Jadi saya berupaya biar anak saya engga diam. Iya, sangat membantu. “ ujar Bu Rohma.

Orang tua peserta Festival Budaya Lintas Disabilitas 2025 mengungkapkan bahwa ada rasa bangga bisa ikut mendukung anak-anaknya untuk bisa berani tampil di atas panggung. Seperti yang disampaikan Ibu Ami (64) bahwa beliau harus bisa mendukung anaknya untuk bisa mewujudkan mimpi-mimpi kedepannya. Bu Ami juga menyampaikan rasa bangganya karena anaknya bisa berani tampil di atas panggung.

“Ya saya harus men-support untuk dia bisa membuktikan mimpi-mimpinya. “ ujar Bu Ami.

“Tentunya bangga karena itu juga suatu hadiah buat saya. Dia bisa berani tampil di atas panggung itu sudah luar biasa. “ pungkasnya.

Bu Ami turut menyampaikan harapannya terhadap pemerintah agar lebih memperhatikan juga mendukung untuk kemajuan anak-anak disabilitas.

Menutup pernyataannya, Bunda Yoesi menegaskan bahwa mereka tidak ingin diapresiasi karena kesedihan, tapi diapresiasi karena prestasi mereka.

“Kami tidak ingin diapresiasi oleh kesedihan, tapi kami ingin diapresiasi oleh prestasi mereka. “ pungkasnya.

Hadirnya acara Festival Budaya Lintas Disabilitas 2025 ini menjadi cerminan bahwa mereka yang terlihat berbeda, mereka tidak berbeda. Teman-teman disabilitas lewat IKD ingin menunjukkan bahwa mereka juga punya talenta dan kemampuan yang sama dengan orang lain.

Acara ini juga sebagai sentilan kepada pemerintah agar bisa lebih memperhatikan dan mendukung penuh teman-teman penyandang disabilitas.

Benedicta Mauren Erwani Prima Adventia
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya

 

Cak Durasim Taman Budaya Jatim
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026

Surabaya Punya Spot Baca Estetik, Gen Z Kini Lebih Betah Membaca daripada Scroll Medsos

14 Juli 2026

Festival Remo dan Yosakoi 2026 Meriahkan Balai Pemuda, Jadi Wadah Pertemuan Budaya Indonesia-Jepang

12 Juli 2026

Festival Seni Lintas Budaya 2026 Jadi Komitmen Pemerintah Kota Surabaya Hadirkan Ruang Kreatif

12 Juli 2026

5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Kurangi Sampah Plastik

3 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Puluhan Siswa SMP NU 2 Gresik Jalan Kaki ke MWC NU

20 Juli 2026

ACI Gelar Konser SING untuk Sambut Hari Anak Nasional

19 Juli 2026

Aksi Kamisan di Taman Apsari Surabaya Ke-916 Angkat Isu Impunitas di Tanah Papua

17 Juli 2026

SMAS Katolik Santo Yusup Karangpilang Ajak Siswa Baru Mengenal Sekolah Lewat Misi Kebersamaan

16 Juli 2026

Di Balik Ramainya Pasar Surabaya, Ada Kucing yang Kehilangan Rumah

15 Juli 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.