Surabaya – Magang di media online Beritajatim bukan sekadar menjalani rutinitas kerja atau memenuhi syarat akademik. Bagi M.Alief Afriliansyah mahasiswa dari Universitas 17 agustus 1945 Surabaya,ini adalah pengalaman yang membuka mata, memperluas jejaring, dan mengasah kemampuan bercerita dari sudut yang lebih nyata. Lewat proyek pembuatan podcast dan peliputan berita lapangan, Alief menemukan kesenangan sekaligus pelajaran berharga yang tak bisa diperoleh dari ruang kelas semata.
Salah satu pengalaman paling menyenangkan selama magang adalah ketika Alief terlibat dalam pembuatan podcast. Di sinilah Alief benar-benar belajar dari awal mulai dari riset tema, menyusun pertanyaan, mengatur jadwal rekaman, hingga mengedit audio agar nyaman didengar. Tema yang kami angkat pun tidak biasa “Street Photographer alam.
Saat narasumber berbagi cerita tentang perjuangan menjadi street fotografer alam, bagaimana mereka berbaur di tengah kesunyian hutan menanti momen terbaik, dan mengabadikannya menjadi karya Alief merasa ikut masuk dalam dunia mereka. Podcast bukan hanya soal suara, tetapi tentang bagaimana menyampaikan jiwa dari sebuah kisah.
Salah satu kesenanggan dari magang di media seperti Beritajatim adalah kesempatan bertemu dengan banyak narasumber dari komunitas, konten creator, fotografer senior, hingga tokoh-tokoh penting di Surabaya. Saya belajar bahwa setiap orang punya cerita berharga untuk dibagikan, asalkan kita tahu cara bertanya dengan empati dan rasa ingin tahu yang tulus.
Dari podcast ini, Alief belajar bahwa cerita yang baik bukan hanya menghibur, tapi juga menyentuh dan mengubah. Seorang street potograper Anya bukan hanya memotret pemandangan indah, tapi juga membawa pesan tentang pentingnya merawat alam, menjaga keberlanjutan, dan menikmati dunia dengan lebih sadar. Nilai-nilai itu semakin terasa ketika disampaikan dalam bentuk podcast yang intim dan personal.
Alief juga menyadari bahwa proses kreatif bukan soal alat canggih atau teknik tinggi semata, tetapi tentang keberanian untuk mendekat pada kehidupan, mendengarkan dengan empati, dan membagikan kembali dengan jujur.

