Surabaya — Vihara Buddhayana Surabaya mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah umat saat perayaan Hari Raya Waisak 2025.
Menurut data panitia, jumlah umat yang hadir mencapai 500 hingga 600 orang, naik sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu yang berkisar antara 400 hingga 500 orang.
Perayaan yang berlangsung di Jalan Raya Putat Gede No.1, Kecamatan Sukomanunggal ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan tetap menjadi pilihan utama umat Buddha di tengah maraknya perayaan serupa di pusat perbelanjaan kota Surabaya.
“Kalau dari segi kuantitas cukup meriah dan ramai, cukup meningkat dari tahun sebelumnya. Walaupun di mall-mall ada mengadakan acara Waisak, tetapi mall kan bukanya jam 10, nah kita mulainya sekitar jam 9, jadi orang-orang masih merayakan Waisak di vihara,” jelas Frizky, Wakil Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Kota Surabaya sekaligus Upasaka Buddhanita, Rabu (14/5/2025).
Rangkaian acara dimulai dengan ritual Pradaksina, yaitu mengelilingi vihara sebanyak tiga kali searah jarum jam, dilanjutkan dengan kegiatan kerja bakti yang dilakukan bersama umat sebagai wujud kebersamaan dan bakti sosial.
Momen puncak acara ditandai dengan penyampaian pesan Waisak oleh Yang Mulia Viriyanadi Mahathera dari Maha Vihara Mojopahit, Trowulan, serta perwakilan dari Kementerian Agama, Ketut Panji.
Pesan-pesan ini mengangkat pentingnya nilai cinta kasih, perdamaian, dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
“Tadi pagi ada sekitar 600 umat. Kita melakukan Pradaksina, kemudian kerja bakti, ada pesan-pesan Waisak dari Yang Mulia Viriyanadi Mahathera dan perwakilan Kementerian Agama, lalu pentas seni dari muda-mudi dan anak-anak sekolah minggu. Acara diakhiri dengan puja bunga dan menuliskan harapan,” ungkap Amri, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Kota Surabaya.
Acara juga dimeriahkan dengan pentas seni dari anak-anak sekolah minggu dan remaja vihara, yang membawakan lagu serta tarian bertema ajaran Buddha.
Sebagai penutup, umat melakukan ritual puja bunga—sebuah persembahan simbolis disertai doa dan penulisan harapan untuk kesejahteraan dan kedamaian.
Meskipun sebagian besar peserta berasal dari Surabaya, sejumlah umat dari luar kota juga turut hadir. Beberapa di antaranya adalah mahasiswa dan perantau yang tinggal sementara di kota ini.
Hari Raya Waisak sendiri memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Siddhartha Gautama: kelahiran, pencerahan, dan wafatnya. Momentum ini menjadi sarana refleksi spiritual dan perenungan bagi umat Buddha di seluruh dunia.
Di tengah meningkatnya perayaan Waisak di ruang publik seperti pusat perbelanjaan, Vihara Buddhayana tetap menjadi tempat utama untuk ibadah secara khusyuk.
Selain suasana yang lebih religius, waktu pelaksanaan yang lebih awal menjadi alasan umat memilih datang ke vihara.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

