Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Pilwali Madiun 2024 (2): Kota Pendekar, Perguruan Silat dan Pengaruh Sosial Politiknya

Pilwali Madiun 2024 (2): Kota Pendekar, Perguruan Silat dan Pengaruh Sosial Politiknya

-9 September 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
foto berita jatim
Khairul Fahmi

Bagi orang luar, mungkin sulit memahami seberapa dalam pengaruh perguruan silat di Madiun. Namun, bagi warga Madiun, pencak silat jelas lebih dari sekadar soal bela diri—ini adalah identitas dan simbol solidaritas sosial. Kota ini dikenal memiliki 14 perguruan pencak silat besar dengan massa yang sangat besar dan memiliki pengaruh politik yang tidak bisa diabaikan.

“Setia Hati Winongo Tunas Muda” dan “Setia Hati Teratai” adalah dua kekuatan besar yang bahkan bisa dibilang seperti “partai politik” dalam konteks lokal Kota Madiun. Maidi, yang cenderung dekat dengan Setia Hati Winongo, diyakini ingin mengandalkannya sebagai salah satu basis massa yang kuat. Winongo memang sering kali dianggap sebagai kelompok yang lebih konservatif dan pro-status quo. Relatif cocok dengan platform politik Maidi yang stabil.

Sementara itu, Bonnie Laksmana dikenal dekat dengan Setia Hati Teratai. Pasangannya, Bagus Riski, bahkan dikenal sebagai cucu dari tokoh pentingnya. Dukungan dari perguruan ini bisa menjadi faktor penentu, karena Setia Hati Teratai dikenal lebih vokal dan sering kali menjadi oposisi yang kritis terhadap pemerintah lokal. Namun Bonnie harus memanfaatkan dukungan ini secara bijak untuk menghindari benturan sosial yang terlalu tajam.

Di tengah persaingan itu, Inda Raya justru dapat mengambil pendekatan berbeda. Dengan tidak memiliki ikatan kuat dengan perguruan mana pun, ia bisa memilih untuk bergerilya dan membangun aliansi lintas perguruan. Strategi ini, selain dapat menghindari potensi konflik horizontal di kalangan para pendekar, juga dapat memastikan kampanyenya merangkul semua pihak.

Di Madiun, pencak silat adalah politik, dan politik adalah pencak silat. Tapi seperti kata pepatah Jawa, “sak madya-madyane ana kabeh, luwih becik sedulur tinimbang padu.” Politik yang baik adalah politik yang merangkul, bukan memecah belah. Sebuah narasi yang tengah bergaung pula secara nasional.

Budaya Mataraman: Keberanian Menjaga Keseimbangan

Di balik semua kalkulasi politik dan ekonomi, ada satu elemen yang lebih dalam yang membentuk watak warga Madiun: budaya Mataraman. Sebagai bagian dari wilayah budaya Mataraman, Madiun dikenal dengan tradisi yang kuat dalam menjaga tata nilai kebersamaan dan keharmonisan. Nilai-nilai ini tampak dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara warga bersosialisasi hingga cara mereka berpolitik.

[irp posts=”1243870″ ]

Dalam konteks politik Pilkada Kota Madiun, budaya Mataraman menuntut keseimbangan antara ambisi pribadi dan kepentingan bersama. Warga Madiun, dengan falsafah hidup “Ajining dhiri gumantung ing lathi, ajining raga saka busana” (harga diri seseorang tergantung pada ucapannya, dan penghargaan fisik tergantung pada pakaiannya), cenderung menilai para calon berdasarkan integritas dan komitmen mereka terhadap kemajuan bersama.

Di sinilah tantangan terbesar para kandidat. Maidi, yang telah berada di panggung kekuasaan, harus mampu meyakinkan publik bahwa janji-janji yang belum terealisasi bukanlah wujud dari kealpaan, melainkan bagian dari proses menuju perbaikan yang lebih besar. Masyarakat yang lekat dengan nilai-nilai Mataraman sangat sensitif terhadap retorika kosong. Di sinilah kredibilitas Maidi akan diuji; apakah ia benar-benar bisa menjadi pemimpin yang melampaui retorika untuk membawa perubahan lebih nyata dan bermakna.

Bonnie Laksmana menghadapi dilema lain. Sebagai figur muda yang mewarisi nama besar tetapi juga kontroversial dari sang ayah, ia harus membuktikan bahwa dirinya membawa perubahan dan tidak sekadar melanjutkan oligarki lama. Strategi Bonnie untuk mendobrak sistem lama dengan visi baru juga harus menghindari benturan langsung dengan kultur lokal yang masih sangat menjunjung tinggi “unggah-ungguh” (sopan santun).

Inda Raya, yang membawa semangat reformasi, bisa jadi diuntungkan oleh persepsi sebagai pendatang baru yang menawarkan harapan. Namun, ia juga harus berhati-hati agar tidak dilihat sebagai calon yang hanya memanfaatkan retorika populis. Upayanya untuk merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk lintas perguruan silat, harus dirancang dengan kehati-hatian agar tidak dianggap sebagai upaya “jarkoni” (bisa ngajari, ora bisa nglakoni/bisa berkata, tapi tidak bisa melakukan).

Madiun di Persimpangan Sejarah dan Masa Depan

Pilkada Madiun kali ini bukan sekadar perebutan kekuasaan lokal. Ini adalah ajang pertaruhan masa depan kota di antara dinamika politik, ekonomi, budaya, dan tradisi. Di satu sisi, ada keinginan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai lokal yang sudah mengakar. Di sisi lain, ada kebutuhan mendesak untuk modernisasi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Pertarungan antara Maidi, Bonnie Laksmana, dan Inda Raya adalah cerminan dari kota yang mencoba mencari keseimbangan antara warisan masa lalu dan tuntutan masa depan. Seperti air bengawan yang mengalir deras, dinamika Pilkada Kota Madiun 2024 membawa arus perubahan yang bisa mengarahkan kota ini ke arah yang baru, dengan risiko atau berkah yang menunggu di setiap tikungan.

“Wong kang sapa bisa angendangi banyu ing kali, iku bakal bisa mimpin praja kanthi leres.” (Barang siapa yang mampu mengarahkan aliran air sungai, ia yang akan mampu memimpin negeri dengan bijak). Kini, Madiun menanti siapa di antara ketiga sosok ini yang akan muncul sebagai pemimpin baru—yang tidak hanya bisa memimpin dengan kuasa, tetapi juga dengan kearifan dan cinta.

Khairul Fahmi,
Pemerhati masalah pertahanan dan isu strategis, Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), tercatat sebagai warga Kota Madiun

Jatim Madiun Pilwali Madiun
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026

Kimberly Tjoa Hidupkan Sosok Aurora dalam ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Aulia Azzahra Annisa Faiha Hidupkan Sosok Dona dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Optimalisasi System Perpajakan Melalui Penerapan Coretax

27 April 2026

Sustainably Speaking, Trashy Acting: Menagih Komitmen Hijau di Lantai Expo

15 April 2026

1 Komentar

  1. Edi jubaedi on 10 September 2024 14:54

    Jagalah nama baik perguruan setia hati abaikan dgn ajakan berpolitik,,ini jelas2 menyimpang ajaran dr eyang suro,,,mungkin dgn ini persaudaraan setia hati paham,,cuma itu sarran saya

    Reply
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.