Close Menu
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
  • Beranda
  • Kirim Artikel
  • Berita Terbaru
  • Arsip
  • Disclaimer
  • Jaringan
    • BeritajatimID
    • Visual
    • Sastra
    • InfoUMKM
    • Data Jatim
    • PilarID
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
postingananda.beritajatim.idpostingananda.beritajatim.id
Home»Postingan Anda»Polisi Cepek di Jalan Kota Surabaya: Dibutuhkan atau Mengganggu?

Polisi Cepek di Jalan Kota Surabaya: Dibutuhkan atau Mengganggu?

Teddy A. Hendrawan6 Juni 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto BeritaJatim.com

Surabaya — Keberadaan polisi cepek di sejumlah titik jalan padat di Surabaya, termasuk di kawasan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Sebagian pengendara menganggap kehadiran mereka membantu kelancaran lalu lintas, namun tidak sedikit pula yang menilai mereka justru mengganggu dan membahayakan pengguna jalan.

Mansur (57), salah satu polisi cepek yang sudah tiga tahun berjaga di sekitar UNESA sejak masa pandemi COVID-19, mengaku hanya ingin membantu pengaturan lalu lintas.

“Saya kan cuma mbantu aja, mau kasih monggo, nggak ya nggak papa, sing penting ikhlas, gitu aja,” ujarnya, Rabu (8/5/2025).

Menurut Mansur, ia dan lima rekannya berjaga secara bergiliran dalam sistem tiga jam per orang. Ia mengaku penghasilannya tidak menentu, tergantung dari keikhlasan para pengendara.

“Kadang bisa mencapai seratus, kadang ya lima puluh, namanya rejeki. Hari-hari penting agama biasanya ada yang sampai 300, 500,” ungkapnya.

Namun, tidak semua pihak merasa terbantu. Beatrice Kerenhapukh Handoko (31), pengendara mobil, menyampaikan bahwa kehadiran polisi cepek sering kali justru mengganggu.

“Khususnya di area putar balik, mereka berdiri di sisi kanan, padahal kendaraan datang dari kiri. Saya malah harus memutar lebih jauh agar tidak mengenai mereka,” jelasnya.

Di sisi lain, Audri Mythifany (52), pengguna sepeda motor, merasa terbantu dengan keberadaan mereka. “Membantu sih ya, karena kalau kita mau putar balik pun susah kadang ya, orang-orang nggak ada yang mau berhenti,” ujarnya.

Fenomena polisi cepek sendiri belum memiliki payung hukum yang jelas. Mereka bukan aparat resmi, namun keberadaannya kerap ditoleransi oleh aparat dan masyarakat setempat karena dinilai membantu di area rawan macet yang tidak dijaga polisi.

Hingga kini, belum ada regulasi khusus dari pihak berwenang mengenai legalitas atau pelatihan bagi para polisi cepek. Keberadaan mereka pun terus menuai perdebatan: apakah mereka adalah solusi alternatif untuk lalu lintas yang semrawut, atau justru menjadi bagian dari masalah itu sendiri.

Penulis: Cathlin Keisha Andrea
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya 

Fikom UKWM Polisi Cepek
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Postingan Lainnya

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026

Kimberly Tjoa Hidupkan Sosok Aurora dalam ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Aulia Azzahra Annisa Faiha Hidupkan Sosok Dona dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

29 April 2026

Optimalisasi System Perpajakan Melalui Penerapan Coretax

27 April 2026

Sustainably Speaking, Trashy Acting: Menagih Komitmen Hijau di Lantai Expo

15 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

beritajatim id

Ketika Tenggang Waktu Menjadi Kuburan Keadilan

23 Mei 2026

Tumbler dan Ilusi Gaya Hidup Berkelanjutan

18 Mei 2026

Athira Rafsya Azzahra Hidupkan Peran Krusial di ‘Call 911’ Bersama Lady Nayoan Kjaernett”

2 Mei 2026

Di Balik Sikap Cueknya, Firzha Maulana Krishnanda Menjadi Kunci Misteri dalam Film “Call 911”

1 Mei 2026

Shaqila Zahfa Dafiana Hidupkan Sosok Karin dalam “Call 911” Bersama Lady Nayoan Kjaernett

30 April 2026
© 2026 beritajatim.com | portal berita jawa timur hari ini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.